Wednesday, February 28, 2018

Mengajarkan Indahnya terluka Dengan Jatuh Cinta

Kopiku di seduh dengan kenangan yang paling pahit
Senyumanmu waktu itu membuat jantungku berdegub amat kencang, nafasku Seolah-olah berhenti sejenak di kenangan manis tempat kita memadu kasih. Itu adalah awal pertemuan kita di kedai kopi terbaik di Makassar. Aku tak Henti-hentinya memandangimu seolah aku sedang duduk berdua disamping bidadari yang tuhan kirimkan untukku.

Mataku tak rela untuk berkedip, aku tak ingin sedetikpun kau menghilang dari pandanganku. Rupanya aku telah suka padamu saat pertama kali aku memandangmu kala itu. Dengan berani aku genggam jemarimu dengan  mesra, engkau kaget dengan keberanianku. Saat itu kau bercerita semua tentangmu kepadaku. Aku menjadi pendengar yang paling setia kala itu di tengah keriuhan pengunjung kedai kopi lainnya.

Kamu masih ingatkan kita duduk berdua di pojok meja paling belakang nomor 6 tepat menghadap jendela. Memandangi setiap kendaraan yang berlalu lalang, menghitung banyaknya motor, menghitung banyaknya mobil dan sesekali kau bercanda dengan mencubit mesra lenganku.

Kamu masih ingatkan kamu pesan minuman apa. Yah tepat, yang kamu pesan adalah kopi susu panas yang di buat dari biji kopi terbaik dan di seduh dengan cinta. Sama denganku aku juga memesan yang engkau pesan. Tapi yang berbeda aku memesan coffelatte dengan berukirkan bentuk hati di atas kopinya. Sama dengan kopi buatanmu, gambar hati itu juga di ukir dengan cinta.

Kamu juga masih ingat kan, kamu memesan makanan. Kali ini kamu pesan roti bakar yang agak gosong  di potong segitiga dengan serutan keju diatasnya di tambah dengan balutan susu kental manis yang Meliuk-liuk di antara pekatnya aroma roti yang di bakar.

Sambil menyeruput kopi, hari itu aku mengeluarkan semua pujianku terhadapmu setulus hati. Pipimu memerah, sesekali kau mengumbar senyum padaku. Kau nampak terdiam mendengarkan sambil melahap sedikit demi sedikit roti bakar yang kau pesan. Kau juga mempersilahkanku memakan roti bakar itu. Aku mengambil roti bakar itu dengan garpu dan ku lahap dengan cinta.

Rasa roti bakar itu agak lain dari pada yang lain, rasanya ada yang beda dari roti bakar yang pernah aku cicipi selama ini di hidupku. Barangkali saat aku menoleh kau menaburkan Serbuk-serbuk bumbu cinta di atasnya sebagai penyedap rasa sukaku padamu. Sambil mencicipi roti bakar tersebut, tak terasa kita sudah duduk di situ selama Berjam-jam. Hampir 4 jam lamanya kita duduk bersama. Saling bercanda, bercerita dan bahkan saling mencubit mesra di pipimu dan pipiku waktu itu.

Tapi, Sekarang kisah cinta itu berubah menjadi luka dalam hatiku. Sedih yang kurasakan, perih yang ku derita ketika mengingat Masa-masa yang pernah indah itu. Tempo hari yang lalu aku terlalu bodoh untuk membuka media sosialku. Di depan mataku, di depan layar gadgetku, postingan di instagrammu lewat mengiris hatiku dengan teramat sakit. Aku melihat foto seorang lelaki lain di postinganmu.

Aku stalking imstagrammu, betapa bodoh diriku, rasa sakit itu kian bertambah kala aku melihat biomu di tulis dengan nama seseorang selain diriku dengan emoticon love dan gembok. Seakan-akan kau telah menulis di hatiku dengan pisau yang amat tajam. Hanya luka yang ku derita dan perih yang kurasakan.

Satu persatu kenangan yang pernah kita lalui bersama, Beribu-ribu janji yang pernah kita buat bersama, Berjuta-juta rencana yang akan kita perjuangkan. Sirna di depan mata, hangus terbakar oleh api cemburu. Tapi tenang aku tak akan pernah menjadi sekat diantara kalian. Aku berdoa pada tuhan semoga kalian bahagia.
Barangkali dengannya ia dapat memesankanmu roti bakar terbaik dengan kopi termanis.

Sebab yang pahit adalah pernah jatuh cinta denganmu.

"Jatuh cinta denganmu adalah perihal melukai diriku dengan sengaja,".

Sekarang ketika aku mengingatmu, di dalam otakku terngiang-ngiang sepenggal lagu dari mba Bunga Citra Lestari.

"Kuingin marah melampiaskan tapi, kuhanyalah sendiri disini. Ingin kutunjukkan pada siapa saja yang ada bahwa hatiku... KECEWA,"

K.E.C.E.W.A

Ku tulis untuk mewakili semua yang pernah di kecewakan oleh orang yang amat ia sayang.

Be Social.

Like, coment and share.
Read More

Tuesday, February 27, 2018

Pohon Apel Merah Berbuah Kesabaran

 Pohon Apel Merah Berbuah Kesabaran
Buah apel yang merah nan ranum
Ayam jantan dengan gagahnya telah berkokok pertanda di ujung timur matahari telah terbit secercah cahaya harapan yang telah memberi banyak kehidupan di bumi. Angin berhembus Sepoi-sepoi menggoyangkan pepohonan.

Embun di pagi buta dengan suasana yang dingin, sejuk nan asri melengkapi pagi sang anak petani miskin di sudut desa yang terpencil.

Tak ada listrik di desa ini, hanya ada sawah tempat padi tumbuh yang terlihat menguning pertanda telah siap panen. Hamparan gunung dengan kokohnya, suara percikan aliran air sungai  yang mengalir dari puncak gunung ke Sawah-sawah para petani tanda penyambung hidup di setiap lini kehidupan.

Ada juga para petani dengan cangkul dan sabitnya, para pengembala kerbau dengan topi penghalang panas khas dari bambu lengkap dengan cambuknya. Anak petani tersebut bernama Samudra.

Setiap hari ia  mengisi waktu luangnya dengan mengembalakan kerbau milik tetangganya di hamparan padang savana dekat dengan gunung tempatnya di tempa selama ia hidup. Samudra memberi nama peliharaannya dengan nama tedong, yang artinya kerbau.

Yah, kerbau jantan yang selama ini hanya berdua dengan tuannya memakan rerumputan dan meminum air dari dasar sungai yang jernih dekat pegunungan itu. Sesekali Samudra membawa kerbaunya berenang di dalam jernihnya air sungai yang dingin. Mereka tampak bahagia sekali setiap harinya bermain dengan kerbau peliharaannya.

Tapi, takdir berkata lain, nasib sial harus di tanggung sang kerbau. Kepalanya hampir putus di terkam sang Raja hutan yang haus akan daging dan darah. Kerbau pun tak tertolong tergeletak tak berdaya di kerumuni sang raja rimba tersebut.

Betapa hancur hati Samudra ketika melihat sang peliharaan mati mengenaskan meninggalkan tulang dan kenangan yang selama ini telah mengisi hari-harinya. Rumput yang ia bawapun langsung terjatuh dari tangan kasarnya, hatinya retak hancur berkeping-keping.

Tiada lagi kehangatan antar mereka berdua selama ini. Benih-benih rasa sakit hatipun mulai tumbuh dihatinya, ketika ia memungut tulang dan tali yang masih melingkar di lehe peliharaannya. Tinggal kepala kerbau yang kini ia punya, kecewa dan marah menyelimuti perasaan samudra.

Ia menagis sejadi-jadinya, berteriak hingga Burung-burung yang sedang bertengger di pohon terbang Setinggi-tingginya. Kini tak ada lagi si tedong kerbau kesayangannya.

Ia pun mulai menggendong kepala kerbaunya dari padang savana ke desanya. Saat di perjalanan orang-orang terus menatapnya sedang bersedih dan terus meneteskan air mata.

Orang-orang mulai menganggapnya telah gila karena membawa bangkai kepala kerbau. Ssesampainya di desanya, Orang-orang menutup hidungnya dan menatap sinis kepadanya dan menjauhkan Anak-anak mereka terhadapnya.

"Dasar orang gila pergi engkau dari desa ini, tidak yang membutuhkan orang gila seperti engkau," ucap salah satu tetangganya.

Tapi semua itu nampak tak di dengar oleh Samudra, ia tetap melangkahkan kakinya ke rumahnya. Sesekali badannya pun di hinggapi lalat akibat bangkai dari kepala kerbaunya yang sudah mulai busuk.

Sesampainya ia di rumahnya yang tak layak disebut rumah, yah gubuknya yang sudah lapuk di makan usia, atapnya yang terbuat dari daun sagu yang sudah hancur di terpa panasnya terik mentari dan kerasnya jatuhnya air hujan.

Dindingnya rumahnya terbuat dari anyaman bambu telah habis di makan rayap. Ia berhenti di terasnya yang beralaskan tanah yang becek akibat hujan yang sudah lama mengguyur rumahnya. Ia pun duduk di teras rumah meletakkan bangkai kepala kerbaunya yang ia sendiri tak tau mau dia apakan.

Sudah 1 minggu ia disana, aroma busuk semakin menyengat dari bangkai kepala kerbaunya. Akibatnya tetangganya pun makin marah sejadi-jadinya dan tak tahan lagi ingin mengusirnya dari desa itu.

Betapa kaget Ayahnya melihat anaknya telah menjadi gila. Bukannya apa, Ayahnya sudah tua rentah nan lelah bekerja di sawah milik tetangganya sebulan lamanya pulang kerumahnya dengan hadiah anaknya telah menjadi gila. Ibu Samudra sudah telah lama tiada, tinggallah mereka berdua di gubuk yang reot itu.

"Anakku kenapa engkau seperti ini, sudah buang saja kepala kerbau itu, itu hanya membuat hatimu semakin terluka dan sengsara,''

Tapi samudra hanya diam membisu, membusuk dan menghayal bagai telah kemasukan 1000 jenis setan dalam tubuhnya.

Lantas ayahnya menyarankan kepada samudra.

"Kalau engkau memang tak mau membuang kenanganmu, kenapa engkau tak kubur saja, engkau masih bisa mengunjunginya, masih bisa mengingat kenangan manisnya,".

Tiba-tiba tanpa di sadari Samudra berdiri dari tempat duduknya, sudah seminggu lamanya ia duduk. Ia lalu berjalan membawa bangkai kepala kerbaunya tanpa arah meninggalkan Ayahnya tanpa sepatah katapun.

Ia berjalan seolah-olah yang menggerakkan kakinya adalah setan yang bersemayam di dalam tubuhnya. Sudah 5 hari lamanya ia berjalan di bawah teriknnya sinar mentari, dan dinginnya malam. Ia terus berjalan tanpa merasakan lapar, haus dan kantuk. Seolah-olah ia adalah manusia super tahan akan jenis cuaca manapun.

Tiba-tiba entah kenapa langkahnya terhenti di bawah rimbunnya dedaunan pohon. Pohon itu ialah pohon apel merah yang lebat daunnya. Batang pohonnya pun agak besar dan buahnya yang banyak dan memerah. Ia berhenti dan duduk di bawahnya sambil membawa tulang belulang kepala kerbaunya.

Tanpa pikir panjang ia lalu mengais tanah dengan tangan kotornya yang kasar dan penuh akan dosa, lalu mengubur Sisa-sisa tulang kepala kerbaunya di bawah pohon apel merah tersebut lalu menimbunnya kembali.

"Sampai disini wahai kerbauku yang malang, cukup sudah kau telah membuatku gila seperti ini. Aku harus memulai dari awal lagi membuka lembaran baru di kehidupanku nantinya, tapi engkau jangan khawatir aku masih ingat perkataan Ayahku yang tua itu. Aku akan terus mengingat kenangan kita bersama, akan kusisihkan ruang di hatiku untukmu. Jangan khawatir kerbauku yang malang,".

Perasaan lega di rasakan oleh Samudra, tak seperti biasanya waktu ia masih gila. Sekarang ia merasakan kantuk dan lapar yang sangat hebat. Ia mengadah keatas pohon apel merah, dilihatnya buah apel warnanya memerah tersebut nan ranum. Air liurnya keluar, ia mulai di kuasai nafsu tak tahan untuk memakannya. Seoalah-olah setan berkata :

"Ambillah satu buah apel tersebut, lalu makanlah engkau sudah lama tidak makan," ungkap setan dengan penuh licik di wajahnya.

Dilain sisi telinga kanannya mendengarkan sesuatu yang amat baik untuk di dengar. Rupanya ia adalah malaikat yang sangat baik, seolah berkataa:

"Jangan engkau makan makanan yang tidak elok untukmu, karena makanan itu akan menjadi cacing di perutmu, engkau malah menambah banyak dosamu selama ini," ungkap sang malaikat dengan senyum yang memelas di wajahnya.

Rupanya iman Samudra tak cukup kuat, kali ini ia terjebak oleh rayuan setan jahannam itu. Ia lantas memanjat buah apel tersebut dan meruntuhkan semua buah yang ada di pohonnya. Tak satupun buah apel yang kini tertinggal di atas pohon.

Tak tunggu lama semua apel tersebut di makannya layaknya, seekor singa yang telah melahap kerbaunya. Ia rakus, menjijikkan dan tak kenal lelah mengunyah, mengunyah dan terus mengunyah sampai semua apel habis di makannya.

Akhirnya ia pun tertidur pulas setelah kekenyangan memakan semua buah apel tersebut. Saat ia terbangun ia terkejut melihat seorang pria tua yang sedang duduk menangis di bawah pohon apel tersebut.

"Wahai pak tua sedang apa engkau disini, kenapa engkau meneteskan air mata yang telah membasahi wajahmu," tanya samudra melihat ke arah pak tua.

lantas pak tua tadi kembali bertanya?

"Anak muda sedang apa kau disini, kenapa aku melihat pohon apel yang akan aku panen buahnya habis tak tersisa, kecuali seorang anak muda yang sedang tidur lalu bangun melontarkan pertanyaan kepada pemilik pohon apel ini. Wajar saja jika aku bingung dan meneteskan air mataku, sudah setahun lamanya aku merawat pohon apel ini, menanti buahnya ranum untuk aku jual ke Desa seberang karena buah apel inilah yang nanti jadi sumber kehidupanku bersama anakku," jawabnya dengan terisak sedih.

Mendengar jawaban pak tua, timbul rasa kecewa yang amat dalam pada hati Samudra, ia hanya duduk terdiam dan membisu. Betapa bodohnya ia memakan buah apel orang lain tanpa meminta izin terlebih dahulu kepada pemiliknya.

Tampak sesekali samudra melihat ke arah pak tua tadi yang telah kehilangan asanya, kehilangan semangatnya, kehilangan kekuatannya bahkan kehilangan sumber kehidupannya selama ini. Bisa saja pak tua tadi tewas karena kekuatan pada buah apelnya sudah lenyap dalam perut samudra.

Samudra mendekati pak tua tadi dan menawarkan sebuah solusi pemecahan masalahnya.

"Pak tua aku tak memiliki apa-apa untuk mengganti semua buah apelmu yang telah aku makan. Seandainya aku punya kekuatan maka aku akan tumbuhkan buah apel itu lagi dari pohonnya dengan sekejap, namun aku hanyalah laki-laki biasa yang tak berguna. Aku telah meninggalkan keluargaku, kini aku tak punya Siapa-siapa lagi selain diriku seorang. Oleh karena itu aku menawarkan padamu ragaku, aku menawarkan padamu semangatku dan kekuatan Otot-ototku ini padamu," ucap Samudra.

Pak tua Terheran-heran mendengar solusi yang di tawarkan Samudra padanya.

"Apakah engkau tulus akan menyerahkan ragamu sepenuhnya padaku, kalau begitu pulanglah bersamaku bekerjalah untukku tapi aku memiliki sebuah syarat yang harus engkau penuhi. Aku memiliki Seorang anak perempuan yang tak dapat melihat, orang menyebutnya buta. Tak dapat berbicara, orang menyebutnya bisu dan tak dapat mendengar, orang menyebutnya tuli," ucap pak tua.

Mendengar perkataan tersebut, Samudra yang seolah akan membantu pak tua tadi jadi gelisah dan bingung. Dari raut mukanya, ia bagai orang yang sedang sakit, mukanya pucat, badannya gemetar dan ia berkeringat disekujur tubuhnya.

Jauh di dalam lubuk hatinya terbesit keinginan untuk membantu pak tua, namun juga tak ingin menikahi anaknya dengan segala kekurangannya.

Setelah berfikir agak panjang dengan penuh kesabaran, ia memutuskan untuk menikahi anak pak tua tadi.

"Ia pak saya bersedia menikahi putri bapak, lebih baik aku menikahi putri bapak dengan segala kekurangannya daripada aku harus menikahi wanita yang tak mempunyai kekurangan, tapi hanya akan membuatku terluka dan tersakiti,".

Tiba-tiba pak tua lalu memeluk Samudra dengan sangat kencang.

"Terimah kasih anak muda, ayo ikut denganku kerumahku yang sederhana. Aku sendiri yang akan menikahkan engkau dengan putri tercintaku,"

Lalu mereka berdua bergegas pulang ke tempat kediaman sang putri berada. Dalam perjalanan mereka saling berbagi kisah satu sama lain. Sudah 2 hari lamanya mereka berjalan. Memang rumah pak tua agak jauh, wajar saja jika mereka kelelahan. Di hari ke 3 mereka telah sampai di rumah.

Pak tua mempersilahkan Samudra masuk ke rumahnya.

Pak tua lalu mandi dan membersihkan tubuhnya dan bersiap menikahkan mereka berdua. Usai pak tua mandi, ia lalu memakai bajunya yang paling bersih dan memanggil Samudra ke ruang tamu dan akan menikahkan mereka.

Rupanya para tetangga juga telah berkumpul untuk menyaksikan pernikahan antara Samudra dengan anak pak tua.

Ruang tamu telah di penuhi oleh para saksi pernikahan yang akan menjadi saksi janji sehidup semati ini. Setelah semua beres pak tua memasuki ruang tamu dan menjabat tangan samudra.

Usai semua rangkaian ijab qabul telah di ucapkan dan para saksi mengucapkan sah tanda resminya pernikahan mereka berdua, maka di panggillah sang anak pak tua tadi keluar ruangan.

"Bella silahkan nak kamu boleh keluar, kini kamu telah sah menjadi seorang isteri dari anak muda yang baik hati ini," tutur pak tua.

Nama anak pak tua ialah Bella.

Ketika Bella keluar dari kamarnya menuju ruangan tempat di gelarnya akad, sontak membuat semua yang hadir kala itu terdiam tak terkecuali Samudra. Ruangan sangat hening, bahkan bunyi detak jantung pun dapat terdengar.

Siapa sangkah ternyata Bella sangatlah cantik jelita, tak nampak ia sulit mendengar ataupun tuli. Kalau memang ia tuli, ia tak akan mendengar suara ayahnya. Penglihatannya pun amat bagus. Bahkan saat ia melangkah, ia tak tersandung. Ini membuktikan bahwa ia tidak buta. Indah parasnya bahkan meluluhkan hati lelaki manapun yang menatapnya.

"Apakah engkau Samudra, mengapa engkau diam, sekarang aku telah sah menjadi istrimu. Aku telah menjadi bagian dari tulang rusukmu yang hilang, apakah engkau siap menafkahiku dan Anak-anak kita kelak," ucap Bella dengan suara yang lembut.

Samudra hanya diam dan bertanya-tanya apakah karena buah apel merah yang ia makan, ia bisa mendapat wanita yang bisa di bilang jelmaan bidadari dari surga.

"Bella, aku kira engkau tak dapat melihatku, mendengarku dan aku kira engkau juga bisu. Tapi kenapa semua yang dikatakan ayahmu bohong. Apakah ini hanya mimpi Bella, kalau ia tolong jangan bangunkan aku biar aku bisa Berlama-lama denganmu," Samudra kebingungan.

"Tenang Samudra engkau bisa Berlama-lama denganku, sebab aku telah menjadi istrimu. Ini bukan mimpi, kamu jangan heran begitu melihatku. Apa yang di katakan ayahku itu semua benar Samudra. Engkau hanya bisa melihat dengan mata dunia tapi tidak dengan hatimu. Pakai mata hatimu untuk melihatku," kata Bella menatap suami barunya.

Bella menjelaskan arti dari perkataan Ayahnya.

"Samudra aku ini buta, buta dari melihat segala hal yang di benci oleh Allah SWT. Aku ini bisu, bisu terhadap apa telah di haramkan oleh Allah SWT untuk di bicarakan oleh makhluknya. Aku ini tuli, tuli untuk tidak mendengar sesuatu yang haram untuk di dengar oleh manusia. Haram untuk di dengar lalu disampaikan kepada makhluknya. Karena segala urusan yang ada di dunia ini sudah ada yang mengatur Samudra.

Bersambung.......

Be social.

Like, coment and share.
Read More

Wednesday, January 17, 2018

Ketika Melihat Mantan Menikah

orang yang pernah menjalin kasih denganmu tenyata telah menjadi mantanmu
"Seberapa kuat kau menghapus memori tentang dia dalam ingatanmu, melenyapkan pemberiannya padamu dan melupakan kenangannya bersamamu. Namun kenapa engkau masih bodoh pergi ke pesta pernikahannya dan menyanyikan sebuah lagu sambil menangis haru meliahatnya bersanding dengan orang lain selain dirimu".

Mantan, mendengar kata mantan mungkin tidak asing lagi di telinga setiap orang. Apa itu mantan? Apakah ia sejenis makanan atau makhluk hidup? Yang jelas bagi yang pernah memiliki mantan ialah seseorang yang sangat beruntung di hidupnya. Kenapa saya katakan demikian, karena tidak setiap orang yang beruntung pernah merasakan kasih sayang dari mantannya.

Ia adalah orang yang pernah mengisi relung hati kamu yang kosong setiap harinya dengan canda, tawa dan penuh perhatian 1 X 24 jam mirip pak pak Hansip yang sedang ronda bersama Antek-anteknya keliling kampung.

Walaupun demikian mantan tetaplah mantan, mau tidak mau, suka tidak suka, kamu harus melupakannya dari kehidupanmu dan saatnya mencari seseorang yang lebih baik dan berharga di kemudian hari. Ada juga yang menyebut mantan adalah barang rongsokan yang tidak berguna lagi, tapi tunggu dulu ternyata barang rongsokan ini masih bisa di daur ulang.

Orang biasa menyebutnya dengan istilah "Balikan". Hah balikan, bagaimana ceritanya sih balikan padahal kan dia (Mantan) cuman barang rongsokan yang tidak berguna. Perlu di ingat sebelum jadi rongsokan dia (mantan) dulu juga pernah berguna.

Singkat cerita ketika kamu mencoba mengingat kembali Masa-masa kebergunaan dia (Mantan). Kamu jadi terpikir kembali untuk mendaur ulang rongsokan tersebut menjadi berguna seperti sedia kala. Akihirnya kamu balikan lagi sama dia (Mantan), akan tetapi berselang beberapa lama kamu berpisah lagi dengannya dan kembali menjadi "Mantan".

Itulah yang namanya hati setiap orang susah untuk di tebak.

Kita tinggalkan masalah rongsokan tadi.

Bagaimana jadinya ketika kamu mendengar mantan pacar kamu menikah dengan orang lain? Sakit, cemburu, sedih, atau tidak peduli. Semua bersatu padu menjadi satu, berbaur menjadi padu. Seketika suasana terasa hening sejenak dan jarum jam telah berhenti berputar.

Apalagi ketika kamu menerima undangan dari mantan pacar kamu, dan nama kamu tertulis persis di bagian depan sampul undangan. Wow greget kan, itu yang dinamakan mantanmu masih ingat kamu.

Kalo dulu sewaktu kalian masih pacaran pernah terbesit di pikiranmu untuk menikah dan bersanding di pelaminan, ternyata itu semua adalah tipu daya dan harapan yang Sia-sia. Nyatanya ia bersanding di pelaminan dengan orang lain. Mungkin inilah yang dinamakan keinginan tak sesuai dengan harapan indah kalian.

Walaupun demikian masih banyak juga manusia putus harapan di luar sana yang masih saja terlalu bodoh untuk hadir di acara resepsi pernikahan mantannya dengan dalih ingin mempererat tali silaturahmi. Saya ketawa mendengarnya, kenapa kalian masih saja terlalu bodoh ingin ke pernikahan mantan kamu yang jelas-jelas sudah pernah mengecewakanmu, merobek hatimu dan membuatmu meneteskan air mata dari wajah cantikmu.

Ditambah lagi jika kamu menyumbangkan sebuah lagu di acara pernikahannya, betapa sedihlah dirimu, betapa luka hatimu dan betapa kecewalah kamu di dalam pilu, tangis mewarnai kepergian mantanmu menikah dengan orang lain dengan alunan musik dengan nada lembut saat kau menyanyikan sebuah lagu bergenre perpisahan. lengkap sudah penderitaanmu.

Jadi apakah kamu akan hadir di hari pernikahan mantanmu ketika ia mengundangmu? Tentukan pilihanmu karena rasa sakit tidak bisa di obati dengan obat yang di jual di Apotek.

Be social.

Like, coment and share!

Read More

Monday, January 8, 2018

Ayat-ayat Cinta Jomblo Fisabilillah

Saya waktu di foto sama Mba-mba pelayannya sedang makan sendiri di sebuah warung pojok pinggiran di kota Makassar. 

"Teruntuk semua para ukhti sholehah di luar sana, maaf jika selama ini aku tidak menunjukan Tanda-tanda dan membalas semua suara hati dari kalian. Saya masih merasa belum menemukan pilihan Allah yang terbaik untukku sekarang ini".

Berbicara tentang Film Ayat-ayat cinta jangan salah sangka, disini saya tidak menganggap mempunyai kemiripan jalan hidup dan percintaan persis seperti Fahri dan Aisyah dalam Film ini. Saya belum pernah merasakan yang namanya tali pernikahan, apa lagi kisah percintaan  yang bisa di bilang membuat baper para penontonnya.

Saya juga telah lupa dengan romansa dunia percintaan, jika diingat kepala saya jadi pusing memikirkan kenangan yang bisa dibilang pernah indah pada zamannya. Jika ada yang bertanya apakah saya sudah mempunyai seorang pacar yang telah menamani dan mengisi relung hati yang sudah lama kosong.

Jawabannya ialah tidak. Ada yang bertanya kenapa sampai sekarang saya tidak memiliki seorang pacar? Jawabannya ialah dalam agama Islam dengan tegas dan jelas melarang seseorang berpacaran. Karena pacaran termasuk dalam golongan Zina, itu sebabnya mengapa saya masih jomblo sampai detik ini.

Meskipun saya jomblo, saya bukan tipe jomblo sembarangan seperti kebanyakan anak muda di luar sana. Saya masuk dalam kategori tipe para jomblo yang berkualitas yakni jomblo fisabilillah.

Mengapa?

Karena saya termasuk dalam golongan Orang-orang yang menjauhi larangan yang telah di tetapkan oleh Allah SWT. Tentunya jika sudah demikian maka itu sama halnya dengan berjuang di jalan Allah SWT. Maka orang yang berjuang di jalan Allah sama halnya dengan orang yang berjihad fisabilillah. Artinya saya adalah tipe jomblo yang berjuang hidup dan rela mati menegakkan kalimat tauhid di jalan kebenaran.

Saya teringat di film Ayat-ayat cinta yang pertama, ketika itu Fahri dan Aisyah belum saling mengenal satu sama lain. Fahri ternyata satu kereta dengan Aisyah kala itu. Saat itu ada Ibu-ibu dengan anaknya berkebangsaan Amerika yang sedang bediri karena tempat duduk di dalam kereta itu sudah penuh oleh pengunjung kereta lainnya. Sang ibu kelihatan merasakan kesakitan selama berdiri karena belum bisa beradabtasi dengan cuaca dan suhu yang panas di negeri firaun tersebut.

Sang anak berusaha mencarikan ibunya tempat duduk, namun ternyata tidak ada yang bersedia menggantikan posisi sang ibu untuk berdiri. Melihat sang anak sudah lelah untuk mencarikan tempat duduk untuk ibunya, Aisyah seorang muslimah terketuk dan kasihan melihat pemandangan tersebut di depan matanya.

Ia menawarkan kepada kedua warga Amerika tersebut tempat duduknya untuk sang ibu. Nah disinilah sebuah konflik terjadi, tak terima Aisyah menggantikan posisi warga Amerika tersebut, nampak seorang pria muslim memarahi Aisyah karena menurutnya ia tak pantas menawarkan tempat duduknya kepada kedua warga negara Amerika yang dinilainya sebagai orang kafir.

Konflik pun tak dapat terhindarkan, malah membuat suasana kereta semakin tegang dan membuat amarah pria muslim ini semakin tinggi. Fahri yang ketika itu melihat hal ini mencoba melerai dan berusaha menasehati pria muslim tadi. Belum usai Fahri menasehati si pria muslim tersebut, bogem mentah langsung mendarat ke muka Fahri dengan kencang sontak saja Fahri langsung terjatuh ke belakang. Para penumpang kereta pun yang melihat hal ini langsung melerai kejadian itu dan pria muslim tersebut langsung pergi meninggalkan Fahri yang kesakitan di bagian pipinya.

Setelah kejadian tersebut Fahri lalu turun dari kereta dan terus mengusap pipinya yang memerah menahan rasa sakit akibat pukulan keras yang di terimanya. Tidak lama berselang kejadian itu Fahri disapa oleh kedua warga Amerika tadi bersama dengan sosok Aisyah. Ternyata warga Amerika tadi adalah seorang Jurnalis yang bernama Alicia yang sedang di beri tugas untuk meliput tentang agama Islam bersama ibunya.

Setelah itu Alicia mengucapkan terimakasih kepada Fahri karena telah membantu mereka sewaktu di kereta dan lekas pergi meninggalkan Fahri.

Tinggallah Fahri bersama Aisyah, mereka saling menatap dan berkenalan satu sama lain. Setelah berkenalan di ketahui ternyata Aisah adalah seorang wanita yang berkebangsaan Jerman.

"Engkau adalah Muslim yang baik, jarang saya menemukan seorang muslim sama seperti dirimu," tutur Aisyah kepada Fahri.

Usai perkenalan tersebut mereka lalu pergi dan berpisah tanpa mereka tahu dan sadari Allah SWT telah menyusun sekenario terindah yang tak mereka Sangka-sangka akan di pertemukan kembali dan di satukan di sebuah ikatan pernikahan. Kalian yang sudah nonton sekuel pertamnya tahulah endingnya bagaimana.

Kisah diatas hanyalah fiksi jadi jangan terlalu baper apalagi berharap jalan hidup kalian sama seperti Fahri atau Aisyah. Allah SWT pasti akan mempersiapkan skenario yang terbaik juga untuk kalian para jomblo yang sedang membaca tulisan saya. Jadi untuk para jomblo apakah kalian siap Fisabilillah di jalan kebenaran dengan tidak pacaran?

Semuanya ada di tanganmu, ambillah sebuah keputusan yang bijak. Sebab jika engkau mengambil keputusan yang bijak, yakin saja Allah SWT akan mempersiapkan sosok yang melebihi Fahri atau Aisyah kepada kalian.

Selamat menjalankan status jomblo mu, semoga kita semua tetap istiqomah di jalan kebenaran yakni di Jalan Allah SWT.

Jomblo Fisabilillah

Be social.

Like, coment and share!
Read More

Wednesday, December 6, 2017

Kenikmatan Nasi Goreng Kebahagiaan

Ternyata di dalam setiap bungkus nasi goreng menyimpan sebuah kenikmatan yang haqiqi berupa kebahagiaan jika di santap bersama teman.

Berbicara tentang kebahagiaan, siapa yang tidak ingin bahagia. Semua orang mendambakan yang namanya kebahagiaan. Tapi bagi sebagian besar orang mengatakan, bahwa kebahagiaan itu bisa di capai dengan cara mengumpulkan harta agar cepat menjadi kaya, mendapatkan jabatan agar cepat berkuasa atau tinggal di sebuah istana yang mewah dengan segala fasilitas mewahnya layaknya pangeran ala timur tengah.

Namun semua itu menurutku adalah pemahaman yang sangat keliru dalam mengiginkan sebuah kebahagiaan. Kebahagiaan tidak bisa di peroleh dengan cara yang demikian. Sudah banyak orang kaya punya segalanya di dunia, namun tak pernah merasa bahagia.

Dari buku yang pernah saya baca, benar yang diungkapkan oleh seorang penyair. "Saya tidak melihat kebahagiaan itu dengan mengumpulkan harta," Ungkapnya.

Kesimpulan yang bisa saya petik ialah bahwa tidak semua yang memiliki harta melimpah itu bahagia. Sudah banyak milioner di dunia yang harta kekayaannya tidak habis 7 turunan tapi masih saja di bayang-bayangi oleh penderitaan dan kegelisahan semasa hidupnya sampai ke kuburnya kelak.

Sejelek-jeleknya harta adalah harta yang tidak bisa memberikan kepuasan kepada pemiliknya. Bukan begitu? Lantas kebahagiaan itu terletak dimana.Ternyata kebahagiaan itu terletak di nasi goreng. Mungkin kalian bertanya-tanya kenapa nasi goreng, ada apa dengan nasi yang di goreng satu ini. 

Sebelum saya membahas nasi goreng, saya ingin menceritakan sebuah kisah tragis dari sebuah kebahagiaan. Ada yang bilang kebahagiaan itu ada pada ijazah yang kita sandang nantinya.

Seorang dokter berkata: "Ambillah ijazah-ijazah saya dan berikan pada suamiku". Coba maknai dengan seksama ungkapan seorang dokter wanita ini. Terbayangkan di dalam pikiran kalian, seorang doktor di bidang medical dalam pandangan kalian ia pasti manusia paaling bahagia.

Apalagi ia adalah wanita yang mampu menjadi doktor bukan dalam bidang yang sembarangan, tetapi dalam bidang kedokteran. Dalam pandangan sebagian orang bahwa seorang dokter adalah orang yang mempunyai ilmu pengetahuan yang tinggi, tentunya jenis profesi dan ijazahnya sangat bergengsi di indonesia bahkan di dunia.

Sekali lagi ini adalah sebuah pemandangan yang keliru, tapi ini adalah pandangan mayoritas orang. Seseorang yang berhasil meraih gelar doktoral di bidang kedokteran pasti hidup dalam puncak kebahagiaan.

Coba kalian baca apa yang di tulis oleh dokter ini di antara tulisannya.

"Setiap hari, pada pukul 7, waktu yang tergesa-gesa bagi saya. Air mataku bercucuran. Kenapa? Saya duduk di belakang sopir menuju klinikku, bahkan kuburanku, penjaraku,"  ia mengibaratkan kliniknya yang telah lama ia perjuangkan sebagai kuburan dan penjara.

Kemudian ia lanjutkan tulisannya:

"Saya menemukan ibu-ibu dengan anaknya menungguku. Mereka memperhatikan mantelku, seolah-olah selendang sutra dari persia. Ini pandangan orang. Akan tetapi dalam pandangan saya, ini adalah pakaian berkabungku. Saya masuk ke tempat praktekku, saya gantungkan stetoskopku, seolah-olah seutas tali mencekik leherku. Sementara bayangan gelap menghadang masa depanku,".

Terakhir ia berteriak:

"Ambillah ijazahku, ambillah mantelku, ambillah semua resepku, ambillah semua kebahagiaanku, semua hartaku tetapi perdengarkanlah padaku kata-kata mama,".

Kemudian ia mengungkapkan syair.

Dulu aku berharap di panggil dokter. Panggilan itu telah tercapai, tetapi tetap saya tidak bahagia. Maka katakanlah kepada semua yang menjadikanku contoh. Diantara orang-orang pada hari ini yang menangisi kondisinya. Semua perempuan bercita-cita di karunai anak dalam pelukannya. Mungkinkah dia membelinya dengan hartanya. Tertanda Dokter S.A.G Riyadh.

Apa yang terjadi, ternyata seorang yang mempunyai banyak harta dan jabatan pun tidak merasakan yang namanya sebuah kebahagiaan. Itu karena ia tidak bersyukur atas nikmat dan karunia yang di berikan tuhan untukknya. Manusia memang seperti itu.

Sama halnya dengan nasi goreng, ternyata kebahagiaan itu bukan terletak pada nasinya. Melainkan rasa syukur, saya masih bisa menyantap  nasi goreng bersama kawan-kawanku di organisasi. Meskipun sederhana ala kaki lima, namun rasanya bisa mengalahkan nasi goreng buatan restoran.

Kenikmatannya muncul ketika kita bisa bersyukur atas apa yang di berikan oleh tuhan hari ini, sehingga kebahagiaan itu dapat kita rasakan di dalam hati dan terpatri dalam sanubari. Walaupun lauk nasi gorengnya cuman suiran ayam kecil-kecil dan 2 potongan timun. Bahagia rasanya jika kita senantiasa bersyukur setiap harinya.

Jadi inti sebuah kebahagiaan adalah bersyukur. Jangan lupa bersyukur hari ini, walaupun itu cuman nasi goreng traktiran teman.

Be social.

Like, coment and share!
Read More

Thursday, November 30, 2017

Berpetualang di Negeri Kupu-kupu

Sebenarnya kami ada sebelas orang tapi ia tak tampak di depan kamera. Sebab ia adalah orang yang ada di  balik layar. foto ini tak akan tercipta kalo ia tak ada.
"Kupu-kupu ialah sebuah simbol dari kesempurnaan kehidupan seorang anak manusia. Lihatlah semua corak warnanya, sayapnya yang indah simetris dan seimbang. Hanya sedikit manusia yang tahu bahwa sebagai seorang manusia, ternyata kita memiliki siklus yang persis sama dengan kupu-kupu. Mulai awal Kelahiran, pertumbuhan yang telah di kuasai nafsu, kesombongan dan keegoisan. Ada juga kematian yang sementara, kemudian kebangkitan yang menakjubkan. Dari sekian banyak manusia, tak ada yang mencapai titik sebuah kesempurnaan. Kecuali orang-orang yang pernah berpetualang di negeri kupu-kupu".

Waktu itu hari masih terlalu pagi, suara burung berkicau mewarnai pagiku kala itu. Dengan secangkir teh panas dan kue buroncong kesukaanku lah yang menemani pagi cerahku di depan rumahku sambil menikmati kicauan burung yang merdu menghiasi pagi hariku.

Tapi, pagi itu semuanya agak terganggu karena aku tiba-tiba ingat ada jadwal penting yang akan ku hadiri. Rupanya jadwal itu ialah quality time bersama teman-temanku di organisasi. Hampir saja aku melupakan saat-saat itu.

Singkat cerita kami berkumpul di tempat yang sudah di janjikan. Sekitar 30 kilo meter dari rumahku, lumayan jauh, tapi karena saya sudah berjanji sejauh  apapun tempat itu akan ku jalani. Namanya  juga janji, yah harus di tepati. Kami memang sudah merencanakannya jauh-jauh hari sebelumnya. Kami akan pergi berlibur di salah satu objek wisata di Kabupaten Maros tepatnya di Bantimurung. Sengaja tempat itu kami pilih, karena katanya di sanalah penangkaran dan habitat kupu-kupu berasal.

Setelah semua teman  saya berkumpul, maka kami langsung memulai perjalanan ke negeri yang katanya negerinya kupu-kupu. Walaupun perjalanan yang kami tempuh waktu itu kurang lebih 2 jam akibat kemacetan yang sangat panjang. Tapi semua itu terbayar ketika kami semua sampai di tempat tersebut.

Suara percikan air dari sungai dan air terjun seakan membayar semua rasa lelah kami sepanjang perjalanan. Tak tunggu lama kami semua langsung menceburkan diri ke dalam sungai. Serasa hari itu semua aktivitas dan tugas perkuliahan tak sedikitpun kami ingat, karena semua tercampur dengan rasa ingin berenang di air sungai tersebut.

Tak lengkap rasanya jika pergi liburan tanpa berselfie ria. Semua tempat tak luput dari sasaran selfie teman-temanku. Meskipun sudah 6 bulan berlalu sejak hari itu, tapi banyak sekali pengalaman dan hikmah yang bisa saya dapatkan. Mulai dari kesabaran, loyalitas, kebersamaan dan ada kepuasan tersendiri di dalam hati melebihi apapun jika mengingat hari-hari itu.

Dari sekian banyak hal yang menarik pada liburan waktu itu. Ada satu binatang yang mengajarkan saya tentang sesuatu yang sangat berharga. ia adalah kupu-kupu. Mungkin banyak pembaca yang bertanya dalam hati, mengapa harus kupu-kupu? Saya jelaskan sedikit tentang kupu-kupu.

Seekor kupu-kupu sangatlah indah, terlihat elok saat di pandang dan memukau banyak  pandangan mata yang melihatnya. Padahal sebelum ia memukau mata yang melihatnya, ia hanyala seekor ulat yang terlihat buruk bahkan kita cenderung jijik dan menjauhinya. Tapi setelah mengalami perubahan menjadi kupu-kupu yang terbang indah di sekeliling kita, siapa yang tidak suka melihatnya. Bahkan sebagian  dari kita mendekatinya.

Tapi sebelum ia menjadi sangat indah di pandang, ia telah melewati beberapa tahap demi tahap kehidupannya. Dulu ia hanya seekor ulat yang merayap di batang pohon dan dedaunan dan kalo ia tak beruntung ia akan berakhir di dalam perut burung dan serangga pemangsanya.

Setelah matang menjalani kehidupan sebagai ulat, ia mulai mencari tempat yang aman untuk siap menjadi kepompong dan menggantung di atas dahan pohon. Ia tak peduli pada panas yang menyengat, badai, angin dan hujan nan lebat yang sewaktu-waktu akan membunuhnya. Ia tetap kokoh, tenang di dalam kepompongnya untuk berubah menjadi sesuatu yang indah nantinya.

Setelah itu ia lewati akhirnya keluarlah kupu-kupu dengan sayapnya nan indah yang siap terbang mencari sekuntum bunga-bunga untuk di hisap sarinya dan siap menjadi penerus untuk anak-anaknya kelak.

Itu adalah metarfosa dari kupu-kupu, dari telur ia mulai menetas menjadi ulat, dari ulat kemudian dia berproses dan menempa diri dalam kepompong dan dari kepompong  lahirlah kupu-kupu yang indah mengelokkan mata setiap yang memandangnya.

Tahap demi tahap ia jalani lintas generasi tanpa ada satu pun tahap yang ia lompati. Tak ada seekor kupu-kupu yang langsung menetas dari telur melainkan harus melewati setiap tahapan atau prosesnya.

Apa hikmanya?

Jalani setiap tahap demi tahap dalam menjalani kehidupan tanpa ada kata mengeluh. J.K Rowling penulis buku best seller Harry Potter pun bahkan tidak langsung meraih sebuah kesuksesan, kekayaan dan setenar sekarang. Bukunya dulu pernah di tolak oleh 9 penerbit.

Banyak kesusahan yang ia alamidulunya, namun ia pantang menyerah akan keadaan. Kalaupun dulu J.K Rowling menyerah dalam menerbitkan bukunya, mungkin kita tidak pernah tahu, siapa itu Harry Potter. Berkat ketekunan kerja keras dan usaha dari J.K Rowling akhirnya namanya di kenal di belahan dunia manapun.

Kalau seekor kupu-kupu dan J.K Rowling bisa melewati pahitnya dan kerasnya kehidupan. Kitapun harus bisa, karena semua berawal dari niat, ketekunan dan usaha,

Be social.

Like, coment and share.

Read More

Sunday, November 26, 2017

Anggap Pasienmu Sebagaimana Orang Yang Paling Kamu Sayangi

Saya sedang merawat gigi seorang pasien  dengan penuh keikhlasan

"Bisa melihat senyuman pasien yang terpancar dari wajahnya yang lelah akibat menahan rasa sakit usai di rawat,  membuat saya sangat bahagia. Karena kepuasan pasien terhadap pelayanan tenaga medis di instansi kesehatan  gigi adalah prioritas utama bagi saya".

Dalam merawat gigi dan mulut pasien, anggap pasien itu layaknya orang yang paling kamu sayang di dunia. Sehingga dalam merawat gigi dan mulut pasien akan muncul rasa cinta, empati, kehati-hatian selama kamu bekerja dan resiko terjadinya kecelakaan dapat terminimalisir. Karena yang kalian hadapi adalah manusia bukan motor.

Prinsip inilah yang selama ini saya pegang dan senantiasa selalu saya tanamkan di dalam hati. Sudah 2 minggu lebih saya melakukan paraktikum pada mata kuliah preventif dentistry dan konservasi gigi di klinik gigi kampus tempat saya menimba ilmu. Terhitung sudah sebanyak 6 pasien yang saya rawat giginya, mulai dari scalling hingga penambalan gigi.

Rata-rata dari pasien yang saya rawat giginya adalah orang-orang yang tidak terlalu akrab dengan saya. Bahkan tidak mempunyai hubungan darah dan keluarga. Awalnya sih saya sedikit grogi dalam melakukan tindakan medis pada pasien saya. Tapi, seiring berjalannya waktu rasa grogi itu larut dengan proses selama paraktikum berlangsung.

Pasien pertama saya adalah seorang wanita yang di kenalkan oleh teman saya yang juga wanita. Namanya sengaja tidak saya sebut, untuk menjaga privasi dari pasien karena saya punya kode etik yang tak boleh di langgar. Ia datang ke klinik gigi kampus dengan keluhan mempunyai banyak karang gigi di giginya.

Pada awalnya ia agak malu di rawat sama saya, karena saya adalah seorang laki-laki dan tidak mengenal saya. Tapi lama-kelamaan setelah saya melakukan pendekatan persuasif dan menjelaskan semua prosedur yang akan di lakukan selama proses pembersihan karang gigi, akhirnya ia mau juga di bersihkan karang giginya oleh saya.

Pertama-tama saya menyuruhnya untuk duduk di dental chair, tindakan saya selanjutnya ialah anamnese (tanya jawab seputar keluhan giginya). Setelah itu saya mulai melakukan pemeriksaan obyektitif dan mengisi seluruh format yang ada di rekam medis milik pasien saya. Lalu saya mulai menentukan diagnosa pada kesehatan gigi pasien saya. Karena jika salah diagnosa maka tindakan yang akan kita ambil juga akan salah. Maka dari itu butuh ketelitian extra dalam mendiagnosa pasien.

Setelah semua prosedur di format rekam medis selesai saya isi dan telah menentukan diagnosa, mulailah saya menbersihkan karang gigi pasien. Sebelum melakukan tindakan pertama-tama saya menganggap pasien saya adalah orang yang paling saya sayang di dunia. Ia adalah wanita yang melebihi jasa seorang guru atau pahlawan.

Yah pasti kalian semua tahu siapa yang di maksud. Ia adalah bunda saya (panggilan sayang saya kepada ibu yang telah melahirkan dan merawat saya sejak kecil). Mulanya saya membayangkan pasien tersebut adalah bunda saya, sekitar kurang lebih 3 menit saya terdiam membayangkan bunda saya terbaring di dental chair.

Akhirnya berhasil, entah kenapa pasien saya mirip bunda saya seketika, serasa ada ikatan batin antara kami. Saya mulai membersihkan karang giginya dengan sangat teliti dan hati-hati menggunakan alat ultrasonic scaller. Satu per satu giginya mulai saya bersihkan, meskipun sesekali gusinya berdarah akibat karang gigi yang sudah terlalu keras menempel di gusi dan giginya. Satu jam berlalu, akhirnya proses pembersihan karang gigi telah selesai saya kerjakan. Pasien saya langsung memegang pundak saya dan berkata "terima kasih".

Rupanya ia sangat senang giginya bisa bersih dan nafas nya bisa menjadi segar. Hati saya terasa lega, meskipun dalam proses pembersihannya agak lama. Tapi, tiap tetes keringat yang membasahi tubuh saya terbayar dengan rasa puas dari pasien.

Usaha tidak akan pernah menghianati proses, yah slogan itu mungkin yang menggambarkan suasana hatiku pada hari itu. Ia sempat meraih tangan saya dan memberi saya uang, tapi saya tolak. Saya tidak mau menerima pemberiannya karena saya sadar bahwa tugas ini lebih mulia daripada uang. Biar tuhan yang membalas semua jasa saya, karena pada awal saya memilih jurusan ini orientasi saya bukan karena uang. Melainkan keikhlasan hati yang muncul dari dalam dada saya, mungkin itu yang dinamakan nurani.

Saya juga merasa sedih jika profesi ini di jadikan sebagai sebuah lahan bisnis suatu hari nanti. Masyarakat indonesia tidaklah semua berpenghasilan sama, bagaimana nantinya jika masyarakat yang kurang mampu mempunyai masalah dengan giginya dan ingin merawat giginya, pasti mereka akan berfikir 2 kali. Untuk biaya sehari-hari saja sudah susah, apalagi kalau mau ke rumah sakit. Jika sudah demikian apa yang akan terjadi? Yang miskin akan tetap sakit dan yang kaya akan sehat. Orang miskin di larang sakit. Mungkin slogan itulah yang dapat menjabarkan orang miskin yang sedang sakit.

Saya juga punya cita-cita suatu hari nanti, dimana semua masyarakat indonesia dapat menikmati pelayanan di bidang kesehatan gigi itu secara gratis khusus bagi masyarakat yang kurang mampu secara finansial. Semoga hari itu bisa terwujudkan, karena sekali lagi saya hanya ingin melihat wajah-wajah bahagia pasien yang puas terhadap pelayanan kesehatan gigi dan mulut.

Be social.

Like, coment and share!
Read More