Saturday, September 15, 2018

Memanah kesendirian, Lalu membunuhnya Dengan Sengaja.

Aku ingin kau menjadi mentari yang menerangi sisi gelap dalam hatiku.
"Matamu adalah sebuah titik, titik dimana aku rela berhenti selamanya dan senyummu adalah lukisan indah yang pernah di goreskan tuhan tepat di wajahmu".

Setelah ratusan purnama berlalu, ribuan kali disakiti, dilukai dan di tinggalkan saatnya  I'M back Again. Aku kembali  bukan untuk engkau lukai lagi, tapi aku kembali untuk melukiskan kisah luka nestapa yang telah tergores di hati dan meninggalkan sejuta kenangan indah saat bersamamu.

Apakah engkau tahu apa yang paling menyenangkan setiap hari dan sendirian? Betul, merindukanmu sepuas hatiku.

Menikmati kesendirian sejak kepergianmu adalah hal yang paling gila dan menyenangkan dalam hidupku. Tidak ada lagi kata"selamat pagi sudah bangun?" Selamat malam, VC yuk. Menyenangkan memang Kata-kata yang pernah singgah di setiap hariku.

Kenapa sakit hati harus diciptakan oleh sang maha kuasa di dunia ini. Dirasakan setiap insan, tak terkecuali diriku. Sekarang aku tahu jawabannya. Rasa sakit hati diciptakan agar kita dibuat mengerti, bahwa merelakan jauh lebih baik ketimbang bertahan dalam luka dan derita.

Memang kuakui perasaan itu pernah ada dan akan selalu ada seiring dengan semua janji masa depanku padamu yang kian hari makin mengabur dari penglihatan dan pikiran. Ia melaju dengan kecepatan tinggi dari mataku bersama semua mimpi yang pernah kita bangun bersama.

Ah, sial kau membuat keputusan yang amat salah memilihnya untuk kau jadikan yang pertama dan di kemudian hari kau unggah potret bahagiamu bersamanya. Membuatku sedih dalam heningnya malam, bernapas dalam gelapnya lara yang membuat sesak rongga dada.

Kini aku sendirian dan kau tidak. Tiba-tiba panah kekecewaan melesat begitu cepat menancap tepat di hati yang bertuliskan namamu. Darah mengalir begitu cepat berikut namamu, wajahmu dan semua tentangmu. Aku tak punya kuasa melakukan pembelaan, hanya saja luka dan penderitaan ini enggan tuk diam, ia terus berbicara menumpuk kesal dan kecewa.

Entah mengapa kopi yang menemaniku malam ini begitu pahit terasa, seperti itulah pahitnya merindukan dirimu.  Harapan beterbangan, terlepas dari genggaman pergi tuk selamanya meninggalkan sejuta kenangan, bahwa dihati ini pernah hidup nama dan perasaan yang akhirnya mati di panah oleh kenyataan. 

Seperti itulah harapan, kau diberinya dua sayap lalu terbang dan dipatahkan.

Apakah engkau pernah tak sengaja tersiram air panas atau bersentuhan dengan benda yang panas? Bagaimana rasanya? Perih pastinya, nah seperti itulah kesendirian yang kurasakan. Bedanya, ini aku lakukan dengan sengaja agar engkau paham. Tersiram air panas tak lebih sakit dari kehilangan.

Be social.

Like, Coment and Share!

22 comments

Tapi kadang sendiri itu gak selamanya menyedihkan kok.
Kadang kita perlu kesendirian untuk menikmati hidup.
Ibata kata me time, hehehe :D

Setiap orang pasti memiliki masa lalunya tersendiri.. Baik itu buruk ataupun baik.. Masa lalu hanya cukup dikenang meskipun kadang ada pahitnya.. Memori tentang kepedihan tersebut sulit untuk dilupakan.. Bisa dibilang gak mungkin untuk dihapuskan..

Namun dengan menghangatkan kepalan tangan kiri dan kanan..kita akan tahu bahwa orang yg telah menyakiti kita tak lagi penting di kehidupan kita..

Setuju dengan, Mas Hans. Bahwa sendiri itu gak selamanya menyedihkan.
Tapi dengan apa yang di alami mas Amar ini dulu aku pernah mengalaminya. Ya gitu bahwa pernah ada nama seseorang yang hidup dalam hati ini..he

Tapi perlahan pasti semangat kembali. Malahan kesendirian itu aku manfaatkan untuk berkarya. Tetap semangat, Mas..

Dan saat boker kita perlu semdirian ckck

"Masalah bukanlah masalah. Masalahnya adalah bagaimana sikap kita menghadapi masalah." - Jack Sparrow

Tulisannya bagus, Pak. Mengajak pembaca untuk merenung dan mengingat momen-momen kecil. :))

Kalo ngomongin sendiri si emang berbau kesedihan, padahal kalo saya lagi sendiri itu ajang untuk berfikir dan merenung dengan keras.khusyu soalnya ehege

Tos dulu sini mas, sepakat bgt dg "merelakan jauh lebih baik ketimbang bertahan dalam luka dan derita" natpsss. Mangats trus ya, kamu berhak bahagia!

Diawal-awal perpisahan mungkin akan terasa berat. Tapi kalau si dia lebih memilih orang lain, dan bahagia, kamu juga kudu move on, mas. Ayo! *sok bijak*

Kita senasib brother,, mari menangis dalam lagu ini haha

Sesungguhnya kita gak sendiri, karena ada mba kunti yang menemani

Mari berfikir dan merenung sedalam-dalamya, mrenung kita mulai.

Mari kita tos mba dan berbahagia hehe.

Sendiripun bisa bahagia, hingga saat indah itu tiba...

Sabar ya mas.

"Rasa sakit hati diciptakan agar kita dibuat mengerti, bahwa merelakan jauh lebih baik ketimbang bertahan dalam luka dan derita."

Andai ada cara jitu merelakan dengan cara cepat kak :"V

Waooo...

Tersiram air panas itu sakit loh, apalagi kehilangan yaa :)

Beneran sudah pernah tersiram air panas nih? Kalau saya bisa memilih, Saya tidak akan memilih salah satu dari tersiram air panas atau kehilangan. Semuanya sakit. Yang satu bisa berbekas dan satunya lagi tidak berbekas tapi sakitnya minta ampun.

Demi Tuhan Yang Menciptakan Akal. Atas Nama Ilmu Pengetahuan Berkomentarlah Sesuai Apa Yang Kamu Ketahui.
EmoticonEmoticon