Sunday, September 16, 2018

Mimpi Paling Indah Bagiku

www.ammardental.com
Mimpi-mimpi yang pernah kita rencanakan kini telah hilang..

Tentangmu, mimpi yang paling indah adalah bisa memilikimu bukan di dalam angan. Setiap orang memiliki Mimpi-mimpinya yang paling ia harapkan agar tercapai. Sama dengan mereka akupun selalu memimpikan bisa memiliki satu bidadari yang paling indah di kayangan lalu dikirim tuhan turun ke bumi.

Dia telah turun ke bumi menyapaku dengan manisnya senyumnya, memandangiku dengan indahnya matanya, sesekali ia berbicara denganku. Astaga, alangkah merdu suara bidadari ini

Namun, sayang ia tak bisa kumiliki sepenuhnya. Padahal denganku ia sudah sangat dekat, sedekat mata dan bulu mata.

Sampai suatu ketika ia memutuskan meninggalkan bumi dan naik ke kayangan, Menyisakan goresan luka yang sangat dalam di hati. Tak bisa kuterima, bagaimana tidak, ia lantas memintaku mencari bidadari lain di kayangan. 

Apa... segampang itu kau berucap padahal perasaanku telah terikat. Seakan-akan ucapanku hanya kau anggap permainan. Kurelakan kepergiannya, dengan ikhlas aku memilih untuk mencintainya dalam diam, dalam heningnya malam, dalam kesendirian dan dalamnya luka masa lalu yang kelam nan menyakitkan.

Tiba-tiba kau datang meyapaku dalam kesendirian. Aku sangat senang melihatmu menyapaku. Tiba-tiba aku terbagun, sial hanya sebatas mimpi.

Menyadari kau telah pergi jauh, aku belajar tentang sesuatu. Tentang arti sebuah perpisahan yang mengajarkanku proses mendewasakan hati. Ibarat, Satu suapan yang manis hingga akhirnya habis menyisakan semangkuk kenangan yang pahit.

Sudah cukup! semakin lama mengingatmu hanya rindu yang menerpa. Sebut saja itu kenangan terindah yang amnesia.

Kenagan indah yang berubah jadi pilu. Bila kau bisa melihat jauh kedalam hatiku, maka lihatlah. Ia telah hancur Berkeping-keping, berserakan dimana-mana. Ia menyala serupa sisa bara api bekas api unggun di kegelapan malam. Aku anggap itulah yang dinamakan api cemburu.

Bukan kepergianmu yang amat begitu kusesalkan, tapi dilupakan begitu cepat yang aku kecewakan.

Be social.

Like, coment and share!
Read More

Saturday, September 15, 2018

Memanah kesendirian, Lalu membunuhnya Dengan Sengaja.

Aku ingin kau menjadi mentari yang menerangi sisi gelap dalam hatiku.
"Matamu adalah sebuah titik, titik dimana aku rela berhenti selamanya dan senyummu adalah lukisan indah yang pernah di goreskan tuhan tepat di wajahmu".

Setelah ratusan purnama berlalu, ribuan kali disakiti, dilukai dan di tinggalkan saatnya  I'M back Again. Aku kembali  bukan untuk engkau lukai lagi, tapi aku kembali untuk melukiskan kisah luka nestapa yang telah tergores di hati dan meninggalkan sejuta kenangan indah saat bersamamu.

Apakah engkau tahu apa yang paling menyenangkan setiap hari dan sendirian? Betul, merindukanmu sepuas hatiku.

Menikmati kesendirian sejak kepergianmu adalah hal yang paling gila dan menyenangkan dalam hidupku. Tidak ada lagi kata"selamat pagi sudah bangun?" Selamat malam, VC yuk. Menyenangkan memang Kata-kata yang pernah singgah di setiap hariku.

Kenapa sakit hati harus diciptakan oleh sang maha kuasa di dunia ini. Dirasakan setiap insan, tak terkecuali diriku. Sekarang aku tahu jawabannya. Rasa sakit hati diciptakan agar kita dibuat mengerti, bahwa merelakan jauh lebih baik ketimbang bertahan dalam luka dan derita.

Memang kuakui perasaan itu pernah ada dan akan selalu ada seiring dengan semua janji masa depanku padamu yang kian hari makin mengabur dari penglihatan dan pikiran. Ia melaju dengan kecepatan tinggi dari mataku bersama semua mimpi yang pernah kita bangun bersama.

Ah, sial kau membuat keputusan yang amat salah memilihnya untuk kau jadikan yang pertama dan di kemudian hari kau unggah potret bahagiamu bersamanya. Membuatku sedih dalam heningnya malam, bernapas dalam gelapnya lara yang membuat sesak rongga dada.

Kini aku sendirian dan kau tidak. Tiba-tiba panah kekecewaan melesat begitu cepat menancap tepat di hati yang bertuliskan namamu. Darah mengalir begitu cepat berikut namamu, wajahmu dan semua tentangmu. Aku tak punya kuasa melakukan pembelaan, hanya saja luka dan penderitaan ini enggan tuk diam, ia terus berbicara menumpuk kesal dan kecewa.

Entah mengapa kopi yang menemaniku malam ini begitu pahit terasa, seperti itulah pahitnya merindukan dirimu.  Harapan beterbangan, terlepas dari genggaman pergi tuk selamanya meninggalkan sejuta kenangan, bahwa dihati ini pernah hidup nama dan perasaan yang akhirnya mati di panah oleh kenyataan. 

Seperti itulah harapan, kau diberinya dua sayap lalu terbang dan dipatahkan.

Apakah engkau pernah tak sengaja tersiram air panas atau bersentuhan dengan benda yang panas? Bagaimana rasanya? Perih pastinya, nah seperti itulah kesendirian yang kurasakan. Bedanya, ini aku lakukan dengan sengaja agar engkau paham. Tersiram air panas tak lebih sakit dari kehilangan.

Be social.

Like, Coment and Share!
Read More