Wednesday, January 17, 2018

Ketika Melihat Mantan Menikah

orang yang pernah menjalin kasih denganmu tenyata telah menjadi mantanmu
"Seberapa kuat kau menghapus memori tentang dia dalam ingatanmu, melenyapkan pemberiannya padamu dan melupakan kenangannya bersamamu. Namun kenapa engkau masih bodoh pergi ke pesta pernikahannya dan menyanyikan sebuah lagu sambil menangis haru meliahatnya bersanding dengan orang lain selain dirimu".

Mantan, mendengar kata mantan mungkin tidak asing lagi di telinga setiap orang. Apa itu mantan? Apakah ia sejenis makanan atau makhluk hidup? Yang jelas bagi yang pernah memiliki mantan ialah seseorang yang sangat beruntung di hidupnya. Kenapa saya katakan demikian, karena tidak setiap orang yang beruntung pernah merasakan kasih sayang dari mantannya.

Ia adalah orang yang pernah mengisi relung hati kamu yang kosong setiap harinya dengan canda, tawa dan penuh perhatian 1 X 24 jam mirip pak pak Hansip yang sedang ronda bersama Antek-anteknya keliling kampung.

Walaupun demikian mantan tetaplah mantan, mau tidak mau, suka tidak suka, kamu harus melupakannya dari kehidupanmu dan saatnya mencari seseorang yang lebih baik dan berharga di kemudian hari. Ada juga yang menyebut mantan adalah barang rongsokan yang tidak berguna lagi, tapi tunggu dulu ternyata barang rongsokan ini masih bisa di daur ulang.

Orang biasa menyebutnya dengan istilah "Balikan". Hah balikan, bagaimana ceritanya sih balikan padahal kan dia (Mantan) cuman barang rongsokan yang tidak berguna. Perlu di ingat sebelum jadi rongsokan dia (mantan) dulu juga pernah berguna.

Singkat cerita ketika kamu mencoba mengingat kembali Masa-masa kebergunaan dia (Mantan). Kamu jadi terpikir kembali untuk mendaur ulang rongsokan tersebut menjadi berguna seperti sedia kala. Akihirnya kamu balikan lagi sama dia (Mantan), akan tetapi berselang beberapa lama kamu berpisah lagi dengannya dan kembali menjadi "Mantan".

Itulah yang namanya hati setiap orang susah untuk di tebak.

Kita tinggalkan masalah rongsokan tadi.

Bagaimana jadinya ketika kamu mendengar mantan pacar kamu menikah dengan orang lain? Sakit, cemburu, sedih, atau tidak peduli. Semua bersatu padu menjadi satu, berbaur menjadi padu. Seketika suasana terasa hening sejenak dan jarum jam telah berhenti berputar.

Apalagi ketika kamu menerima undangan dari mantan pacar kamu, dan nama kamu tertulis persis di bagian depan sampul undangan. Wow greget kan, itu yang dinamakan mantanmu masih ingat kamu.

Kalo dulu sewaktu kalian masih pacaran pernah terbesit di pikiranmu untuk menikah dan bersanding di pelaminan, ternyata itu semua adalah tipu daya dan harapan yang Sia-sia. Nyatanya ia bersanding di pelaminan dengan orang lain. Mungkin inilah yang dinamakan keinginan tak sesuai dengan harapan indah kalian.

Walaupun demikian masih banyak juga manusia putus harapan di luar sana yang masih saja terlalu bodoh untuk hadir di acara resepsi pernikahan mantannya dengan dalih ingin mempererat tali silaturahmi. Saya ketawa mendengarnya, kenapa kalian masih saja terlalu bodoh ingin ke pernikahan mantan kamu yang jelas-jelas sudah pernah mengecewakanmu, merobek hatimu dan membuatmu meneteskan air mata dari wajah cantikmu.

Ditambah lagi jika kamu menyumbangkan sebuah lagu di acara pernikahannya, betapa sedihlah dirimu, betapa luka hatimu dan betapa kecewalah kamu di dalam pilu, tangis mewarnai kepergian mantanmu menikah dengan orang lain dengan alunan musik dengan nada lembut saat kau menyanyikan sebuah lagu bergenre perpisahan. lengkap sudah penderitaanmu.

Jadi apakah kamu akan hadir di hari pernikahan mantanmu ketika ia mengundangmu? Tentukan pilihanmu karena rasa sakit tidak bisa di obati dengan obat yang di jual di Apotek.

Be social.

Like, coment and share!

Read More

Monday, January 8, 2018

Ayat-ayat Cinta Jomblo Fisabilillah

Saya waktu di foto sama Mba-mba pelayannya sedang makan sendiri di sebuah warung pojok pinggiran di kota Makassar. 

"Teruntuk semua para ukhti sholehah di luar sana, maaf jika selama ini aku tidak menunjukan Tanda-tanda dan membalas semua suara hati dari kalian. Saya masih merasa belum menemukan pilihan Allah yang terbaik untukku sekarang ini".

Berbicara tentang Film Ayat-ayat cinta jangan salah sangka, disini saya tidak menganggap mempunyai kemiripan jalan hidup dan percintaan persis seperti Fahri dan Aisyah dalam Film ini. Saya belum pernah merasakan yang namanya tali pernikahan, apa lagi kisah percintaan  yang bisa di bilang membuat baper para penontonnya.

Saya juga telah lupa dengan romansa dunia percintaan, jika diingat kepala saya jadi pusing memikirkan kenangan yang bisa dibilang pernah indah pada zamannya. Jika ada yang bertanya apakah saya sudah mempunyai seorang pacar yang telah menamani dan mengisi relung hati yang sudah lama kosong.

Jawabannya ialah tidak. Ada yang bertanya kenapa sampai sekarang saya tidak memiliki seorang pacar? Jawabannya ialah dalam agama Islam dengan tegas dan jelas melarang seseorang berpacaran. Karena pacaran termasuk dalam golongan Zina, itu sebabnya mengapa saya masih jomblo sampai detik ini.

Meskipun saya jomblo, saya bukan tipe jomblo sembarangan seperti kebanyakan anak muda di luar sana. Saya masuk dalam kategori tipe para jomblo yang berkualitas yakni jomblo fisabilillah.

Mengapa?

Karena saya termasuk dalam golongan Orang-orang yang menjauhi larangan yang telah di tetapkan oleh Allah SWT. Tentunya jika sudah demikian maka itu sama halnya dengan berjuang di jalan Allah SWT. Maka orang yang berjuang di jalan Allah sama halnya dengan orang yang berjihad fisabilillah. Artinya saya adalah tipe jomblo yang berjuang hidup dan rela mati menegakkan kalimat tauhid di jalan kebenaran.

Saya teringat di film Ayat-ayat cinta yang pertama, ketika itu Fahri dan Aisyah belum saling mengenal satu sama lain. Fahri ternyata satu kereta dengan Aisyah kala itu. Saat itu ada Ibu-ibu dengan anaknya berkebangsaan Amerika yang sedang bediri karena tempat duduk di dalam kereta itu sudah penuh oleh pengunjung kereta lainnya. Sang ibu kelihatan merasakan kesakitan selama berdiri karena belum bisa beradabtasi dengan cuaca dan suhu yang panas di negeri firaun tersebut.

Sang anak berusaha mencarikan ibunya tempat duduk, namun ternyata tidak ada yang bersedia menggantikan posisi sang ibu untuk berdiri. Melihat sang anak sudah lelah untuk mencarikan tempat duduk untuk ibunya, Aisyah seorang muslimah terketuk dan kasihan melihat pemandangan tersebut di depan matanya.

Ia menawarkan kepada kedua warga Amerika tersebut tempat duduknya untuk sang ibu. Nah disinilah sebuah konflik terjadi, tak terima Aisyah menggantikan posisi warga Amerika tersebut, nampak seorang pria muslim memarahi Aisyah karena menurutnya ia tak pantas menawarkan tempat duduknya kepada kedua warga negara Amerika yang dinilainya sebagai orang kafir.

Konflik pun tak dapat terhindarkan, malah membuat suasana kereta semakin tegang dan membuat amarah pria muslim ini semakin tinggi. Fahri yang ketika itu melihat hal ini mencoba melerai dan berusaha menasehati pria muslim tadi. Belum usai Fahri menasehati si pria muslim tersebut, bogem mentah langsung mendarat ke muka Fahri dengan kencang sontak saja Fahri langsung terjatuh ke belakang. Para penumpang kereta pun yang melihat hal ini langsung melerai kejadian itu dan pria muslim tersebut langsung pergi meninggalkan Fahri yang kesakitan di bagian pipinya.

Setelah kejadian tersebut Fahri lalu turun dari kereta dan terus mengusap pipinya yang memerah menahan rasa sakit akibat pukulan keras yang di terimanya. Tidak lama berselang kejadian itu Fahri disapa oleh kedua warga Amerika tadi bersama dengan sosok Aisyah. Ternyata warga Amerika tadi adalah seorang Jurnalis yang bernama Alicia yang sedang di beri tugas untuk meliput tentang agama Islam bersama ibunya.

Setelah itu Alicia mengucapkan terimakasih kepada Fahri karena telah membantu mereka sewaktu di kereta dan lekas pergi meninggalkan Fahri.

Tinggallah Fahri bersama Aisyah, mereka saling menatap dan berkenalan satu sama lain. Setelah berkenalan di ketahui ternyata Aisah adalah seorang wanita yang berkebangsaan Jerman.

"Engkau adalah Muslim yang baik, jarang saya menemukan seorang muslim sama seperti dirimu," tutur Aisyah kepada Fahri.

Usai perkenalan tersebut mereka lalu pergi dan berpisah tanpa mereka tahu dan sadari Allah SWT telah menyusun sekenario terindah yang tak mereka Sangka-sangka akan di pertemukan kembali dan di satukan di sebuah ikatan pernikahan. Kalian yang sudah nonton sekuel pertamnya tahulah endingnya bagaimana.

Kisah diatas hanyalah fiksi jadi jangan terlalu baper apalagi berharap jalan hidup kalian sama seperti Fahri atau Aisyah. Allah SWT pasti akan mempersiapkan skenario yang terbaik juga untuk kalian para jomblo yang sedang membaca tulisan saya. Jadi untuk para jomblo apakah kalian siap Fisabilillah di jalan kebenaran dengan tidak pacaran?

Semuanya ada di tanganmu, ambillah sebuah keputusan yang bijak. Sebab jika engkau mengambil keputusan yang bijak, yakin saja Allah SWT akan mempersiapkan sosok yang melebihi Fahri atau Aisyah kepada kalian.

Selamat menjalankan status jomblo mu, semoga kita semua tetap istiqomah di jalan kebenaran yakni di Jalan Allah SWT.

Jomblo Fisabilillah

Be social.

Like, coment and share!
Read More