Tuesday, November 14, 2017

Menulis Hari ni, Abadi Selamanya

Aku ketikkan setiap huruf  di gadgetku yang setia menemaniku dalam hari-hariku

"Berikan aku pena maka akan kuabadikan seluruh peristiwa hari ini dan esok. Agar, kelak anak cucu kita tahu kebenaran yang sesungguhnya terjadi tentang hal-hal yang masih menjadi misteri di dunia ini".

Apa kareba! kali ini saya menyapa para pembaca dengan bahasa makassar yang masih tetap setia membaca setiap tulisan-tulisaan saya. apa kabar kalian semua, dari sabang sampai merauke, para muda-mudi dan para generasi millenial dimanapun kalian berada. Kali ini saya menulis tentang pengalaman saya selama 3 hari ini menjadi salah satu yang di beri amanah untuk menjalankan salah satu program kerja saya di organisasi. Saya menjadi panitia di dalam Diklat Jurnalistik Mahasiswa Tingkat Dasar (DJMTD) Angkatan 7.

Acaranya sukses, walaupun tiga hari saya tidak pernah merasakan  dingin dan hangatnya aliran air yang mengalir di tubuhku. Hanya parfum untuk sementaram menggantikan air yang ku semprotkan berulang-ulang ketubuhku, agar bau badan yang menyengat bisa tersamarkan dengan wanginya parfum. Walaupun saya tidak mandi, sebagai mahasiswa yang menimbah ilmu di bidang kesehatan gigi, saya tidak lupa menggosok gigi 2 kali sehari. Agar gigi saya tidak kuning, sekuning emas 24 karat.

Selama 3 hari tersebut banyak pengalaman berharga yang saya bisa tulis hari ini, agar nantinya tulisan saya menjadi sebuah sejarah yang sangat berharga yang bisa menginspirasi para pembaca. Pada saat hari kedua diklat saya bertemu dengan wartawan senior yang juga membawakan materi teknik wawancara dan reportase pada kegiatan tersebut. Namanya kak Suryani Echa Panca, akrab di sapa echa. Perempuan kelahiran bulukumba ini sudah sangat lama terjun didunia jurnalistik. Dengan segudang pengalaman yang dimilikinya, sudah tidak di ragukan lagi keahliannya di bidang jurnalistik. Sangat jarang perempuan yang menekuni profesi sebagai seorang jurnalis.

Saya sangat kagum sama beliau, sebelum dia mulai membawakan materi, saya berkesempatan untuk sharing dan bercerita bersamanya seputar dunia tulis menulis. Ia menceritakan pengalamannya sebelum jadi jurnalis seperti sekarang  Dulu waktu masih menjadi mahasiswi, ia juga seorang aktivis pers mahasiswa sama seperti saya. Dia bercerita selama masih kuliah dulu, ia sangat aktiv dalam kegiatan jurnalistik di lembaga pers mahasiswa tempatnya berproses. Ia pernah menulis berita tentang salah satu dosen yang ada di kampusnya yang memproduksi skripsi bagi mahasiswa. Sontak saja, ternyata tulisan yang ia terbitkan membuat gempar seisi kampus, tak terkecuali dosennya. Rupanya dosen tersebut tersinggung dan sangat tidak suka padanya.

"Setelah saya menulis berita itu, saya langsung di beri nilai E pada saat ujian final, dari semua mahasiswa di kelas saya yang mengikuti ujian hanya saya yang mendapatkan nilai error. Meskipun didalam tulisan saya tidak mencatut nama dosen yang dimaksud, rupanya dia tersinggung akan berita yang saya tulis," ungkap kak echa saat bercerita, disela-sela menanti dirinya membawakan materi.

Sungguh pengalaman yang sangat menarik yang bisa saya ambil dan petik  dari pengalamannya, walaupun ia adalah seorang perempuan, akan tetapi didalam dirinya saya melihat sosok kartini. Siapa yang tak kenal kartini yang telah memperjuang emansipasi wanita, sehingga perempuan bisa merasakan pendidikan seperti sekarang. Tulisan-tulisan kak echa ibarat pelita di dalam gelapnya malam, sebagai cahaya yang menerangi pekatnya malam.

Artinya katakanlah kebenaran walaupun pahit untuk mengatakannya. Ia mengatakan kebenaran lewat tulisan, supaya bisa menginspirasi orang banyak dengan tulisan yang ia buat agar ada efek jera bagi pelaku agar tidak mengulangi lagi kesalahannya.

Sebelum mengakhiri percakapannya denganku, ia berpesan kepada saya agar senantiasa berani dalam menulis kebenaran. Jangan pernah takut katanya dalam menulis selagi kita benar, karena yang perlu di takuti hanya tuhan semata. Karena sesudah kesulitan akan muncul kemudahan.

Tetap semangat dalam menulis, karena seorang penulis adalah yang mencatat peristiwa hari ini dan akan menjadi sebuah sejarah kelak di suatu hari. Nantinya tulisan kita akan tetap dinikmati lintas generasi.

Mungkin sekarang kita bisa tahu bahwa bapak revolusioner indonesia adalah Soekarno. Itu berkat siapa? Tentunya itu berkat tangan, telinga dan mata penulis yang mengabadikan peristiwa di tahun 1945 dan tetap masih terkenang di dalam ingatan kita sekarang di tahun 2017 dan selama dunia ini masih ada.

Jadi, tentukan diri kalian sekarang, mau jadi sekedar penikmat sejarah atau ambil bagian menjadi salah satu pelaku sejarah nantinya. Itu ada di tangan kalian mulai dari sekarang.

See you next time, di tulisan saya selanjutnya.

Be Social.

Like, coment and share!

39 comments

Selalu ditunggu tulisan-tulisan selanjutnya bosque!

Sabar Bos, nanti akan muncul tulisan yang lebih wow lagi yah.

adalah tulisan yang dikenang selamanya. karena bisa dibaca. jasa kebanyakan terlupakan, apalagi kalau udah pernah bikin kesalahan sedikiiiit aja. yah namanya juga manusia ya.

btw, salam kenal :)

Salam kenal juga mayang dwinta, sering sering berkunjung di web saya yah.

Membaca tulisan ini, saya seperti mendapatkan semangat baru untuk menulis kembali. Beberapa hari ini saya sempat berhenti menulis karena alasan ini lah itu lah dsb. Luar biasa semangatnya, mas.

"Tetap semangat dalam menulis, karena seorang penulis adalah yang mencatat peristiwa hari ini dan akan menjadi sebuah sejarah kelak di suatu hari. Nantinya tulisan kita akan tetap dinikmati lintas generasi."

Wah saya merasa bangga mas, kalo tulisan saya bisa menginspirasi orang lain. sukses yah mas dan tetap semangat dalam menulis.

Kepengen gigi ku biar jadi emas 24 karat bang, nanti bisa kaya lah aku kalo di jual. Ahaha hihi

menulis caraku melampiaskan semua amarah,
dalam tulisan juga aku mengenal semua kepribadian :)

Btw ga mandi 3 hari berturut turut rekor juga ya, pulang2 air habis 3 bak.. :D

Intinya menulis untuk sebuah kebenaran akan menjadi pahala untuk kita karena menanamkan kebaikan ya.. salam blogger kang..

Nanti kalo sudah kuning kayak emas, nanti aku yang cabut yah.

awalnya menulis untuk menumpahkan emosi tapi sekarang lebih enjoy nulis yg informatif-berbagi ilmu/pengalaman itu menyenangkan ^^

sebab itu maka banyak orang menulis sesuatu menjadi status didunia online misalnya di pengadilankan...kan jadi abadi soalnya ya?

Baru tahu bahasa Makassar gitu, Mas..he
Tapi meskipun masih awan, tertebak dalam pikirku itu menanyakan apa kabar, hampir sama hanya saja sedikit berbeda cara penulisan dan ucapan ya.

Menulis itu akan membuat kita terus hidup, sekalipun sudah tiada di dunia ini. Menulis juga bisa melawan lupa :)

Menulis memang menyenangkan, tapi masih geli dengan kalimat yang 'tidak mandi tapi masih sikat gigi'. Kalau sampai nggak sikat gigi juga, apa iya mau disemprot parfum? hihi

Bisa dibilang dengan menulis, seseorang bisa mengguncangkan dunia, yah kayak si bapak dosen itu yang merasa terguncang... wkwkwk

Tidak semua persoalan yang di peradilankan di meja hijau itu abadi. Saya masih kurang paham dengan tanggapan bapak.

Kayaknya tingaal tunggu giginya ompong semua. Baru di semprot.

Kayaknya kakak baper sama dosennya haha.

Menulislah agar Dunia tau kau pernah hidup bener gak mas ammar hehehe

Menulis itu bikin bahagia, apalagi liat situasi sosmed kayak gitu yang suka mendadak panas. Mending ngetik di blog aja. Energi negatif dari luar, terhempaskan

Menulis itu bikin awet muda 😍

Hi.. sukses ya buat kmu. Mahasiswa yang fokus utamanya ngurus gigi..tapi aktif juga di jurnalistik

Wah saya bisa tambah ilmu nih belajar di sini, makasih ya mas, ilmunya sangat berguna bagi para blogger seperti saya ini

Kok bisa awet muda? Alasannya apa gan ANNA

sy juga pernah melakukan hal ini, madi gosok gigi tapi tdk mandi

Menulis = mengukir sejarah.

Sayang banget gak ada fotonya Echa di tulisan ini. Temanku itu Echa 😊

Lepaskan semuanya emosi yang nyesak di dalam dada mba hahah.

Soalnya dengan menulis kita punya kehisupan yang ke 2. soalnya jika penulisnya telah mati, karyanya akan di kenang sepanjang masa mba ida.

Makasih mba sulis, semoga saya kedepan bisa sukses dalam karir pergigian dan dunia penulisan

Alhamdulillah sekali lagi tulisan saya bisa menginspirasi orang banyak.

Wah mantap yah kak, kayaknya penulis asal makassar nih hahah.

Sama - sama penulisnya mas (Y) moga sukses dah

Saya salut, saya senang bisa tahu blog ini...
Tulisanya bagus, menginspirasi saya untuk belajar menulis.
makasih mas..salam inspirasi

Demi Tuhan Yang Menciptakan Akal. Atas Nama Ilmu Pengetahuan Berkomentarlah Sesuai Apa Yang Kamu Ketahui.
EmoticonEmoticon