Saturday, November 18, 2017

Eksis Jadi Jurnalis di Workshop Redaksi Trans 7

Waktu akan terus berlalu, tapi kenangannya tidak akan begitu saja muda untuk di lupakan, karena kenangannya akan senantiasa tinggal di dalam hati dan terpatri dalam sanubari.

"Selama 2 hari saya mengikuti workshop redaksi yang di gelar oleh Trans 7. Banyak sekali  pengalaman berharga yang bisa saya peroleh untuk di implementasikan nantinya di perjalanan hidup saya kedepannya,"


2 hari telah berlalu, masa-masa yang singkat namun terlalu sulit untuk dilupakan begitu saja olehku. Banyak pengalaman yang sangat berharga yang bisa saya ambil dari kegiatan workshop ini. Mulai dari mengenal teman baru, para presenter berita yang cantik dan ganteng, sampai dengan materi jurnalistik yang terkini. Dalam kegiatan tersebut saya belajar banyak hal, rasanya meja redaksi trans 7 pindah selama 2 hari di Aula Prof.Matulladda tempat berlangsungnya acara.

Dalam kegiatan ini di isi oleh para pembicara yang bisa di katakan sangat luar biasa. Gubernur Sulawesi-Selatan, Syahrul Yasin Limpo  turut menjadi pembicara utama dalam kegiatan tersebut. Dalam pidatonya beliau sungguh berapi-api dalam memotivasi para peserta workshop redaksi.

Turut hadir juga stand up comedian yang cukup terkenal di indonesia, Zakaria namanya. Ia tampil cukup menghibur para peserta workshop. Sesekali saya tersenyum dan ketawa jika mengingat kembali penampilannya.

Di workshop redaksi yang di gelar trans 7, pelayanannya bisa di bilang sangat memuaskan. Banyak sekali ilmu yang di ajarkan untuk menjadi seorang
jurnalis profesional kekinian.

Hari pertama saya menerima materi-materi jurnalistik di antaranya, teknik penulisan berita tv, dubbing, pengambilan gambar berita, PTC dan teknik editing. Materinya menurut saya sangat bermanfaat dan yang mempersentasikan materinya sangat hebat-hebat dan tidak membuat saya merasa ngantuk.

Dari semua materi yang di sampaikan saya lebih tertarik ke materi penulisan naskah berita tv, Karena saya belum pernah menulis naskah berita untuk televisi. Dalam prakteknya awalnya saya sangat kebingungan dalam menulis naskah berita untuk tv, karena selama ini saya hanya terbiasa menulis berita untuk media cetak dan online. Namun, seiring berjalannya waktu saya mulai paham untuk menulis naskah berita di TV.

Mentor yang mengajarkan saya menulis naskah berita TV juga sangat sabar dalam menghadapi saya. Namanya kak Roland Lagonda yang juga seorang reporter dan news anchor di trans 7. Ia biasa tampil di acara Redaksi pagi, siang, sore, malam dan Selamat pagi akhir pekan.

Sebelum turun langsung meliput di lapangan kami di bagi per kelompok, nama saya ada di kelompok 11. Kelompok 11 di dalamnya terdiri dari pria dan wanita yang hebat-hebat. Sungguh sebuah keajaiban, lagi-lagi mentor kami adalah kak Roland Lagonda. Sebelum turun meliput di lapangan, kami melakukan breafing dan membagi tugas masing-masing. Ada yang menjadi produser, kordinator liputan, dubber, editing dan reporter. Saya mendapat tugas sebagai reporter. Kami mendapat tugas meliput dengan tema coklat.

Keesokan harinya kami mulai berangkat dari Aula Prof.Matuladda menuju tempat lokasi liputan. Sesampainya di lokasi liputan, kami langsung bergegas menyiapkan peralatan untuk meliput mulai awal pembuatan coklat sampai dengan proses pemasarannya.

Coklatnya cukup enak, saya di beri kesempatan untuk menikmati coklat yang sudah jadi. Saat saya mencicipi coklat tersebut, rasanya beda dari coklat kebanyakan. Rasanya ibarat saya sedang terbang di atas awan, coklatnya sampai habis 2 batang saking enaknya. Usai meliput coklat, hasil liputan kami serahkan pada bagian editing dan dubber.

Hasil editnya sangat bagus dan menarik, walaupun kami tidak dapat juara. Namun, hasil liputan kami dapat membuat tawa dan seisi aula riuh karena liputan kami menurut dewan juri, lucu tapi berkualitas. Sesi terakhir kelompok kami berfoto dengan mentor kami, serasa tak ingin berpisah dengan para mentor yang sudah dengan senang hati berbagi ilmu yang mereka miliki.

Sungguh 2 hari yang sangat berharga namun juga sangat berkualitas. Walaupun jenis profesi ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan jurusan saya yaitu di bidang kesehatan gigi. Namun saya percaya suatu hari nanti, ilmu dan relasi yang saya miliki bisa berguna di dalam pekerjaan yang saya geluti nantinya.

Salam Jurnalistik.

Be social.

Like, coment and share!

37 comments

Kegiatan seperti ini bisa menambah semangat menulis, ya..

Workhop itu hmpir mirip sm sminar tp ini lebih ke prakteknya gtu bkan? Maklum blm pernah ke acara bgtu :') Hehee.

Wuaa, bsa ikutan ngeliput.. Seru bgt tuh pstinya, aku ngbayangin kyak di acara2 trans 7 yg suka ngebahas kuliner atau dlm selingan berita, bsa ngeliat pmbuatannya trs disuruh nyobain deh. Enak beneeerrr :D Gak kebayang bsa ngerasain momennya scra lgsg yaah..

Tdnya aku bingung jg sih pas mampir k blog ini. Namanya ada embel2 dental, kukira isinya ngebahas soal kshatan gigi smua. Eh enggak trnyata :D Hahaa. Gapapa, buat nambah2 pngalaman lain mas, krja kan gak slalu sm dgn jrusan yg kita pilih yaa..

wahhh kapan ya diadakan lagi acara itu, pengen ikut weh

Hal semacam ini sangatlah menarik karena bisa menambah ilmu atau paling tidak bisa mengetahui ilmu jurnalistik, saat meliput berita.
Apalagi langsung disuruh kelapangan, wah seru pastinya.
Saya salut, pak Gubernur saja memberi suport ya?

Saya juga pengen ikut, ikut makan coklar :)

Sesekali keluar dari pakem tidak apa apalah :)
Biar isi artikelnya lebih komplate

Pasti itu, semangat menulis dan siapa tahu nanti bisa menjadi wartawan.

Masih di lema untuk jadi jurnalis. karena tuntutan orang tua yang menekankan bisa jadi yang berkecimpung di dunia pergigian

Keluar dari zona jurusan dulu, biar tdk terlalu kaku

Kalo cuman makan coklat, beli aja di indomaret mas haha.

Pak gubernur sangat mensupport acara seperti ini, apa lagi di gelar oleh stasiun TV swasta ternama

pengen sih mas belajar jadi jurnalis, tapi mungkin saya hanya berbakat pada penulisan observasi singkat mengenai seni budaya kalimantan. kadang beberapa tulisan juga hanya saya masukkan dalam data base, kadang juga bingung mau dibikin apa nantinya. kayaknya ada baiknya juga belajar jadi jurnalis, kalau masuk tulisannya kan lumayan juga buat tambahan uang belanja ya mas. makasih opininya.

Haha jadi jurnalis data aja mas, kayaknya mas cocok di biddang jurnalisme data. liat tirto

Waah pengalaman yang menarik. Kalau saya kayaknya tidak bisa ikut acara seperti ini ya karena terkendala umur, Yang ikut pasti masih muda-muda :)

Sukses, ya. Terima kasih sudah main ke blog saya.

Pengalaman yang sangat berharga
meski tidak sesuai jurusan nya mas Ammar
tapi setidaknya menambah pengetahuan baru tentang jurnalistik
dan bisa menjadi bahan tulisan di artikel berbagi dengan kita kita

Pengalaman seperti itu memang gak akan bisa dilupakan ya, dibimbing langsung sama pakarnya :)

Waaaahhh keren banget
waaaahhh asyik banget juga

Jadi pengen ikutan juga deh
Suka banget jurnalistik tapi tak terlatih dan tak terupgrade dengan baik huhu :(

Pisau aja dulu nya tumpul. tapi, karena sering di tempa dan di asah pasti aka tajam juga mas. Begitu pula dengan kita. meskipun kita tak punya bakat di bidang itu. Kalo kita selalu belajar, berlatih dan berusaha. Pasti akan menjadi tajam seperti pisau tadi

Mantep banget ini mas. Pengalaman yang seru dan menyenangkan ya

wah, mantap calon dokter gigi belajar jurnalistik, bakal bagi pengetahuan kesehatan gigi ddong, kayaknya lebih utama tuh daripada ngobatin hih selamat

Pelayanan dalam kesehatan tetap di prioritaskan. Soal ilmu kapanpun dan dimanapun bisa berbagi

Keren, baru tau ternyata mas Ammar ini dokter gigi, tapi yang namanya ilmu mah banyak ya, tambah keren nih kalau nggak cuma ahli gigi, tapi juga ahli ilmu jurnalistik :D

Acaranya pasti seru nih kalau saya baca-baca.

iya gan
suatu hari nanti pasti ada manfaatnya juga
meskipun tidak sesuai jurusan

Mantap sekali ini kakak-kakak jurnalis.

Asyik ya Ammar dapat mentor kak Roland :) Kelompok 11 emang kece2 deh ya hehehe pengalaman berharga banget tuh 2 hari.

Hebat min, usia muda sudah berilmi dewasa. Salut

Demi Tuhan Yang Menciptakan Akal. Atas Nama Ilmu Pengetahuan Berkomentarlah Sesuai Apa Yang Kamu Ketahui.
EmoticonEmoticon