Sunday, November 26, 2017

Anggap Pasienmu Sebagaimana Orang Yang Paling Kamu Sayangi

Saya sedang merawat gigi seorang pasien  dengan penuh keikhlasan

"Bisa melihat senyuman pasien yang terpancar dari wajahnya yang lelah akibat menahan rasa sakit usai di rawat,  membuat saya sangat bahagia. Karena kepuasan pasien terhadap pelayanan tenaga medis di instansi kesehatan  gigi adalah prioritas utama bagi saya".

Dalam merawat gigi dan mulut pasien, anggap pasien itu layaknya orang yang paling kamu sayang di dunia. Sehingga dalam merawat gigi dan mulut pasien akan muncul rasa cinta, empati, kehati-hatian selama kamu bekerja dan resiko terjadinya kecelakaan dapat terminimalisir. Karena yang kalian hadapi adalah manusia bukan motor.

Prinsip inilah yang selama ini saya pegang dan senantiasa selalu saya tanamkan di dalam hati. Sudah 2 minggu lebih saya melakukan paraktikum pada mata kuliah preventif dentistry dan konservasi gigi di klinik gigi kampus tempat saya menimba ilmu. Terhitung sudah sebanyak 6 pasien yang saya rawat giginya, mulai dari scalling hingga penambalan gigi.

Rata-rata dari pasien yang saya rawat giginya adalah orang-orang yang tidak terlalu akrab dengan saya. Bahkan tidak mempunyai hubungan darah dan keluarga. Awalnya sih saya sedikit grogi dalam melakukan tindakan medis pada pasien saya. Tapi, seiring berjalannya waktu rasa grogi itu larut dengan proses selama paraktikum berlangsung.

Pasien pertama saya adalah seorang wanita yang di kenalkan oleh teman saya yang juga wanita. Namanya sengaja tidak saya sebut, untuk menjaga privasi dari pasien karena saya punya kode etik yang tak boleh di langgar. Ia datang ke klinik gigi kampus dengan keluhan mempunyai banyak karang gigi di giginya.

Pada awalnya ia agak malu di rawat sama saya, karena saya adalah seorang laki-laki dan tidak mengenal saya. Tapi lama-kelamaan setelah saya melakukan pendekatan persuasif dan menjelaskan semua prosedur yang akan di lakukan selama proses pembersihan karang gigi, akhirnya ia mau juga di bersihkan karang giginya oleh saya.

Pertama-tama saya menyuruhnya untuk duduk di dental chair, tindakan saya selanjutnya ialah anamnese (tanya jawab seputar keluhan giginya). Setelah itu saya mulai melakukan pemeriksaan obyektitif dan mengisi seluruh format yang ada di rekam medis milik pasien saya. Lalu saya mulai menentukan diagnosa pada kesehatan gigi pasien saya. Karena jika salah diagnosa maka tindakan yang akan kita ambil juga akan salah. Maka dari itu butuh ketelitian extra dalam mendiagnosa pasien.

Setelah semua prosedur di format rekam medis selesai saya isi dan telah menentukan diagnosa, mulailah saya menbersihkan karang gigi pasien. Sebelum melakukan tindakan pertama-tama saya menganggap pasien saya adalah orang yang paling saya sayang di dunia. Ia adalah wanita yang melebihi jasa seorang guru atau pahlawan.

Yah pasti kalian semua tahu siapa yang di maksud. Ia adalah bunda saya (panggilan sayang saya kepada ibu yang telah melahirkan dan merawat saya sejak kecil). Mulanya saya membayangkan pasien tersebut adalah bunda saya, sekitar kurang lebih 3 menit saya terdiam membayangkan bunda saya terbaring di dental chair.

Akhirnya berhasil, entah kenapa pasien saya mirip bunda saya seketika, serasa ada ikatan batin antara kami. Saya mulai membersihkan karang giginya dengan sangat teliti dan hati-hati menggunakan alat ultrasonic scaller. Satu per satu giginya mulai saya bersihkan, meskipun sesekali gusinya berdarah akibat karang gigi yang sudah terlalu keras menempel di gusi dan giginya. Satu jam berlalu, akhirnya proses pembersihan karang gigi telah selesai saya kerjakan. Pasien saya langsung memegang pundak saya dan berkata "terima kasih".

Rupanya ia sangat senang giginya bisa bersih dan nafas nya bisa menjadi segar. Hati saya terasa lega, meskipun dalam proses pembersihannya agak lama. Tapi, tiap tetes keringat yang membasahi tubuh saya terbayar dengan rasa puas dari pasien.

Usaha tidak akan pernah menghianati proses, yah slogan itu mungkin yang menggambarkan suasana hatiku pada hari itu. Ia sempat meraih tangan saya dan memberi saya uang, tapi saya tolak. Saya tidak mau menerima pemberiannya karena saya sadar bahwa tugas ini lebih mulia daripada uang. Biar tuhan yang membalas semua jasa saya, karena pada awal saya memilih jurusan ini orientasi saya bukan karena uang. Melainkan keikhlasan hati yang muncul dari dalam dada saya, mungkin itu yang dinamakan nurani.

Saya juga merasa sedih jika profesi ini di jadikan sebagai sebuah lahan bisnis suatu hari nanti. Masyarakat indonesia tidaklah semua berpenghasilan sama, bagaimana nantinya jika masyarakat yang kurang mampu mempunyai masalah dengan giginya dan ingin merawat giginya, pasti mereka akan berfikir 2 kali. Untuk biaya sehari-hari saja sudah susah, apalagi kalau mau ke rumah sakit. Jika sudah demikian apa yang akan terjadi? Yang miskin akan tetap sakit dan yang kaya akan sehat. Orang miskin di larang sakit. Mungkin slogan itulah yang dapat menjabarkan orang miskin yang sedang sakit.

Saya juga punya cita-cita suatu hari nanti, dimana semua masyarakat indonesia dapat menikmati pelayanan di bidang kesehatan gigi itu secara gratis khusus bagi masyarakat yang kurang mampu secara finansial. Semoga hari itu bisa terwujudkan, karena sekali lagi saya hanya ingin melihat wajah-wajah bahagia pasien yang puas terhadap pelayanan kesehatan gigi dan mulut.

Be social.

Like, coment and share!

38 comments

wah, iya. harusnya begitu. kalo sha sih ya lebih enak nganggep orang lain. kalau meriksa yg di kenal kadang gimana gitu hahaha
terima kasih loh sharingnya :)

Mantap kang.. sukses selalu jadi dokter giginya... harus penuh kasih sayang ya memperlakukan pasien.. karena pasien yang menggaji kita ya kang... intinya mah harus semaksimal mungkin memberikan yang terbaik 😊

Wah aku mau dong dilayani sama dokter gigi ini.. Belum lama aku pergi ke dokter gigi buat bersihin karang gigi, ngilu banget rasanya kayak ditinggal pacar jalan sama orang. Huhu

Duh, senangnya kalau semua dokter begini. Terimakasih sudah menginspirasi :)

Karena pelayanan adalah prioritas yang utama

Makasih mba ,btw saya belum jadi dokter

Semoga impiannya tercapai, senang bisa melihat tenaga medis yang peduli dengan rakyat kecil. Semoga bisa membantu lebih banyak orang yang membutuhkan... Amiin

Pernah juga jadi pasien dari temen jurusan kedokteran gigi yang masih co-as di Solo. Saya kira setelah ngasih tahu keluhan kita ke dokter, bakal langsung ditangani sesuai keluhan. Ternyata prosedurnya banyak dan lumayan cukup lama, apalagi pas ngecek gigi secara keseluruhan itu.

Aamiin, semoga cita-cita muliamu dikabulkan dan diberi kemudahan sama Tuhan, hai anak muda :D

entah kenapa kalo ke dokter gigi baru saya selalu tegang, soalnya pernah dateng ke dokter gigi yg pendieeem banget, serasa gigi saya di judge wkwkwk. Paling seneng sama dokter gigi yg ramah (tapi ga cerewet) sama ga pake cincin gede, soalnya bakal nabrak gusi Dx

hmmm...seneng ya kalau semua dokter di Indonesia seperti ini....aku pasti jd pelanggan setia

Ini kunci pentingnya, Pak Dokter, sehingga pasien akan nyaman dan senang. Kalo ini sudah terjadi, ia akan merekomendasikan buat keluarga dan kenalannya.

aih judulnya, tapi iya juga sih... Kalau dokternya ramah, pasien akan senang, pun sebaliknya :))

Aku pernah trauma mau cabut gigi. Menurutku kata-kata dokter gigi kurang mensugesti. Apalagi aku orangnya penakut, ha..haha... Akhirnya aku ganti drg sampai ketiga kalinya baru berani cabut gigi.

Semoga terwujud cita-citanya. Aamiin.

Awas lo mas Ammar cinlok dengan pasien nya nanti hahaha
y semoga nanti jadi dokter gigi yang benar benar mampu menyayangi pasien nya hehe

Itu tergantung individu masing-masing

Karena semua akan di balas sesuai perbuatan kita sama orang tersebut.

Semoga mba tidak takut lagi yah cabut gigi

Semoga cita-cita Ammar tercapai... Aamiin

Bener loh kata Ammar, ketika ada ikatan batin antara tenaga medis dan pasien maka hasilnya akan terlihat. Pernah dulu aku sekali dapat klinik gigi yang boleh aku bilang kasar banget ngerjain perawatan giginya. Orangnya mah baik. Abis itu gak mau balik lagi kesana

kalau berhubungan sama gigi itu bikin takut makanya penting sebagai tenaga medis yang kaitannya sama gigi bisa kasih rileks jadi inget waktu cabut gigi dokternya baik banget sampe aku yang tadinya tegang tau2 ga kerasa giginya udah kecabut :)

Makasih atas doanya ibu dila. Semoga kita semua senantiasa di beri umur yang panjang.

Wah, sikat giginya yang rajin ya mba, supaya giginya tdk ada yang di cabut lagi

Subhannallah, seandainya seluruh petugas medis betul2 menerapkan prinsip mas Ammar, pasien aman sentosa.

Btw, mas, saya merasa gigi saya lebih rapuh setelah hamil dan melahirkan. Ada rekomendasi vitamin yg baik?

selama kehamilan,ibu hamil akan mengalami perubahan fisik, perubahan hormonal, dan perubahan perilaku. Perubahan-perubahan tersebut tentu berpengaruh juga pada kesehatan gigi dan mulutnya ibu. Saran saya periksa gigi ibu ke poli gigi yang ada di rs atau puskesmas, karena biasanya pada ibu hamil itu dia malas sekali untuk menggosok giginya. Sikat gigi yang rajin. Kalo ada gigi yang lubang segera tambal giginya. Supaya tidak menginfeksi gigi di sekitarnya bu.

Semoga tetap bekerja ikhlas sampai seterusnya ya :D

Setuju, dengan begitu kita mengerjakannya juga full, totalitas. Si pasien pun pasti akan merasa senang, bisa ngerekomendasikan juga misalnya ke teman..

Wah senengnya atuh ya klo dirawat ama dokter yang merawat pasiennya penuh cinta seperti ade. Sukses terus ya belajar dan prakteknya. Semoga nanti jadi dokter yang hebat dan baik juga menebar manfaat utk smua orang 🙏

Totalitas dan profesionalitas dalam melakukan perawatan pada pasien adalah hal yang utama.

Sukses selalu mas, pekerjaan yang mulia...
semoga tetap diberi kesehatan mas...amin

Mas bersihin karang gigi saya dong, wkwkwkwk

Demi Tuhan Yang Menciptakan Akal. Atas Nama Ilmu Pengetahuan Berkomentarlah Sesuai Apa Yang Kamu Ketahui.
EmoticonEmoticon