Wednesday, January 17, 2018

Ketika Melihat Mantan Menikah

orang yang pernah menjalin kasih denganmu tenyata telah menjadi mantanmu
"Seberapa kuat kau menghapus memori tentang dia dalam ingatanmu, melenyapkan pemberiannya padamu dan melupakan kenangannya bersamamu. Namun kenapa engkau masih bodoh pergi ke pesta pernikahannya dan menyanyikan sebuah lagu sambil menangis haru meliahatnya bersanding dengan orang lain selain dirimu".

Mantan, mendengar kata mantan mungkin tidak asing lagi di telinga setiap orang. Apa itu mantan? Apakah ia sejenis makanan atau makhluk hidup? Yang jelas bagi yang pernah memiliki mantan ialah seseorang yang sangat beruntung di hidupnya. Kenapa saya katakan demikian, karena tidak setiap orang yang beruntung pernah merasakan kasih sayang dari mantannya.

Ia adalah orang yang pernah mengisi relung hati kamu yang kosong setiap harinya dengan canda, tawa dan penuh perhatian 1 X 24 jam mirip pak pak Hansip yang sedang ronda bersama Antek-anteknya keliling kampung.

Walaupun demikian mantan tetaplah mantan, mau tidak mau, suka tidak suka, kamu harus melupakannya dari kehidupanmu dan saatnya mencari seseorang yang lebih baik dan berharga di kemudian hari. Ada juga yang menyebut mantan adalah barang rongsokan yang tidak berguna lagi, tapi tunggu dulu ternyata barang rongsokan ini masih bisa di daur ulang.

Orang biasa menyebutnya dengan istilah "Balikan". Hah balikan, bagaimana ceritanya sih balikan padahal kan dia (Mantan) cuman barang rongsokan yang tidak berguna. Perlu di ingat sebelum jadi rongsokan dia (mantan) dulu juga pernah berguna.

Singkat cerita ketika kamu mencoba mengingat kembali Masa-masa kebergunaan dia (Mantan). Kamu jadi terpikir kembali untuk mendaur ulang rongsokan tersebut menjadi berguna seperti sedia kala. Akihirnya kamu balikan lagi sama dia (Mantan), akan tetapi berselang beberapa lama kamu berpisah lagi dengannya dan kembali menjadi "Mantan".

Itulah yang namanya hati setiap orang susah untuk di tebak.

Kita tinggalkan masalah rongsokan tadi.

Bagaimana jadinya ketika kamu mendengar mantan pacar kamu menikah dengan orang lain? Sakit, cemburu, sedih, atau tidak peduli. Semua bersatu padu menjadi satu, berbaur menjadi padu. Seketika suasana terasa hening sejenak dan jarum jam telah berhenti berputar.

Apalagi ketika kamu menerima undangan dari mantan pacar kamu, dan nama kamu tertulis persis di bagian depan sampul undangan. Wow greget kan, itu yang dinamakan mantanmu masih ingat kamu.

Kalo dulu sewaktu kalian masih pacaran pernah terbesit di pikiranmu untuk menikah dan bersanding di pelaminan, ternyata itu semua adalah tipu daya dan harapan yang Sia-sia. Nyatanya ia bersanding di pelaminan dengan orang lain. Mungkin inilah yang dinamakan keinginan tak sesuai dengan harapan indah kalian.

Walaupun demikian masih banyak juga manusia putus harapan di luar sana yang masih saja terlalu bodoh untuk hadir di acara resepsi pernikahan mantannya dengan dalih ingin mempererat tali silaturahmi. Saya ketawa mendengarnya, kenapa kalian masih saja terlalu bodoh ingin ke pernikahan mantan kamu yang jelas-jelas sudah pernah mengecewakanmu, merobek hatimu dan membuatmu meneteskan air mata dari wajah cantikmu.

Ditambah lagi jika kamu menyumbangkan sebuah lagu di acara pernikahannya, betapa sedihlah dirimu, betapa luka hatimu dan betapa kecewalah kamu di dalam pilu, tangis mewarnai kepergian mantanmu menikah dengan orang lain dengan alunan musik dengan nada lembut saat kau menyanyikan sebuah lagu bergenre perpisahan. lengkap sudah penderitaanmu.

Jadi apakah kamu akan hadir di hari pernikahan mantanmu ketika ia mengundangmu? Tentukan pilihanmu karena rasa sakit tidak bisa di obati dengan obat yang di jual di Apotek.

Be social.

Like, coment and share!

Read More

Monday, January 8, 2018

Ayat-ayat Cinta Jomblo Fisabilillah

Saya waktu di foto sama Mba-mba pelayannya sedang makan sendiri di sebuah warung pojok pinggiran di kota Makassar. 

"Teruntuk semua para ukhti sholehah di luar sana, maaf jika selama ini aku tidak menunjukan Tanda-tanda dan membalas semua suara hati dari kalian. Saya masih merasa belum menemukan pilihan Allah yang terbaik untukku sekarang ini".

Berbicara tentang Film Ayat-ayat cinta jangan salah sangka, disini saya tidak menganggap mempunyai kemiripan jalan hidup dan percintaan persis seperti Fahri dan Aisyah dalam Film ini. Saya belum pernah merasakan yang namanya tali pernikahan, apa lagi kisah percintaan  yang bisa di bilang membuat baper para penontonnya.

Saya juga telah lupa dengan romansa dunia percintaan, jika diingat kepala saya jadi pusing memikirkan kenangan yang bisa dibilang pernah indah pada zamannya. Jika ada yang bertanya apakah saya sudah mempunyai seorang pacar yang telah menamani dan mengisi relung hati yang sudah lama kosong.

Jawabannya ialah tidak. Ada yang bertanya kenapa sampai sekarang saya tidak memiliki seorang pacar? Jawabannya ialah dalam agama Islam dengan tegas dan jelas melarang seseorang berpacaran. Karena pacaran termasuk dalam golongan Zina, itu sebabnya mengapa saya masih jomblo sampai detik ini.

Meskipun saya jomblo, saya bukan tipe jomblo sembarangan seperti kebanyakan anak muda di luar sana. Saya masuk dalam kategori tipe para jomblo yang berkualitas yakni jomblo fisabilillah.

Mengapa?

Karena saya termasuk dalam golongan Orang-orang yang menjauhi larangan yang telah di tetapkan oleh Allah SWT. Tentunya jika sudah demikian maka itu sama halnya dengan berjuang di jalan Allah SWT. Maka orang yang berjuang di jalan Allah sama halnya dengan orang yang berjihad fisabilillah. Artinya saya adalah tipe jomblo yang berjuang hidup dan rela mati menegakkan kalimat tauhid di jalan kebenaran.

Saya teringat di film Ayat-ayat cinta yang pertama, ketika itu Fahri dan Aisyah belum saling mengenal satu sama lain. Fahri ternyata satu kereta dengan Aisyah kala itu. Saat itu ada Ibu-ibu dengan anaknya berkebangsaan Amerika yang sedang bediri karena tempat duduk di dalam kereta itu sudah penuh oleh pengunjung kereta lainnya. Sang ibu kelihatan merasakan kesakitan selama berdiri karena belum bisa beradabtasi dengan cuaca dan suhu yang panas di negeri firaun tersebut.

Sang anak berusaha mencarikan ibunya tempat duduk, namun ternyata tidak ada yang bersedia menggantikan posisi sang ibu untuk berdiri. Melihat sang anak sudah lelah untuk mencarikan tempat duduk untuk ibunya, Aisyah seorang muslimah terketuk dan kasihan melihat pemandangan tersebut di depan matanya.

Ia menawarkan kepada kedua warga Amerika tersebut tempat duduknya untuk sang ibu. Nah disinilah sebuah konflik terjadi, tak terima Aisyah menggantikan posisi warga Amerika tersebut, nampak seorang pria muslim memarahi Aisyah karena menurutnya ia tak pantas menawarkan tempat duduknya kepada kedua warga negara Amerika yang dinilainya sebagai orang kafir.

Konflik pun tak dapat terhindarkan, malah membuat suasana kereta semakin tegang dan membuat amarah pria muslim ini semakin tinggi. Fahri yang ketika itu melihat hal ini mencoba melerai dan berusaha menasehati pria muslim tadi. Belum usai Fahri menasehati si pria muslim tersebut, bogem mentah langsung mendarat ke muka Fahri dengan kencang sontak saja Fahri langsung terjatuh ke belakang. Para penumpang kereta pun yang melihat hal ini langsung melerai kejadian itu dan pria muslim tersebut langsung pergi meninggalkan Fahri yang kesakitan di bagian pipinya.

Setelah kejadian tersebut Fahri lalu turun dari kereta dan terus mengusap pipinya yang memerah menahan rasa sakit akibat pukulan keras yang di terimanya. Tidak lama berselang kejadian itu Fahri disapa oleh kedua warga Amerika tadi bersama dengan sosok Aisyah. Ternyata warga Amerika tadi adalah seorang Jurnalis yang bernama Alicia yang sedang di beri tugas untuk meliput tentang agama Islam bersama ibunya.

Setelah itu Alicia mengucapkan terimakasih kepada Fahri karena telah membantu mereka sewaktu di kereta dan lekas pergi meninggalkan Fahri.

Tinggallah Fahri bersama Aisyah, mereka saling menatap dan berkenalan satu sama lain. Setelah berkenalan di ketahui ternyata Aisah adalah seorang wanita yang berkebangsaan Jerman.

"Engkau adalah Muslim yang baik, jarang saya menemukan seorang muslim sama seperti dirimu," tutur Aisyah kepada Fahri.

Usai perkenalan tersebut mereka lalu pergi dan berpisah tanpa mereka tahu dan sadari Allah SWT telah menyusun sekenario terindah yang tak mereka Sangka-sangka akan di pertemukan kembali dan di satukan di sebuah ikatan pernikahan. Kalian yang sudah nonton sekuel pertamnya tahulah endingnya bagaimana.

Kisah diatas hanyalah fiksi jadi jangan terlalu baper apalagi berharap jalan hidup kalian sama seperti Fahri atau Aisyah. Allah SWT pasti akan mempersiapkan skenario yang terbaik juga untuk kalian para jomblo yang sedang membaca tulisan saya. Jadi untuk para jomblo apakah kalian siap Fisabilillah di jalan kebenaran dengan tidak pacaran?

Semuanya ada di tanganmu, ambillah sebuah keputusan yang bijak. Sebab jika engkau mengambil keputusan yang bijak, yakin saja Allah SWT akan mempersiapkan sosok yang melebihi Fahri atau Aisyah kepada kalian.

Selamat menjalankan status jomblo mu, semoga kita semua tetap istiqomah di jalan kebenaran yakni di Jalan Allah SWT.

Jomblo Fisabilillah

Be social.

Like, coment and share!
Read More

Wednesday, December 6, 2017

Kenikmatan Nasi Goreng Kebahagiaan

Ternyata di dalam setiap bungkus nasi goreng menyimpan sebuah kenikmatan yang haqiqi berupa kebahagiaan jika di santap bersama teman.

Berbicara tentang kebahagiaan, siapa yang tidak ingin bahagia. Semua orang mendambakan yang namanya kebahagiaan. Tapi bagi sebagian besar orang mengatakan, bahwa kebahagiaan itu bisa di capai dengan cara mengumpulkan harta agar cepat menjadi kaya, mendapatkan jabatan agar cepat berkuasa atau tinggal di sebuah istana yang mewah dengan segala fasilitas mewahnya layaknya pangeran ala timur tengah.

Namun semua itu menurutku adalah pemahaman yang sangat keliru dalam mengiginkan sebuah kebahagiaan. Kebahagiaan tidak bisa di peroleh dengan cara yang demikian. Sudah banyak orang kaya punya segalanya di dunia, namun tak pernah merasa bahagia.

Dari buku yang pernah saya baca, benar yang diungkapkan oleh seorang penyair. "Saya tidak melihat kebahagiaan itu dengan mengumpulkan harta," Ungkapnya.

Kesimpulan yang bisa saya petik ialah bahwa tidak semua yang memiliki harta melimpah itu bahagia. Sudah banyak milioner di dunia yang harta kekayaannya tidak habis 7 turunan tapi masih saja di bayang-bayangi oleh penderitaan dan kegelisahan semasa hidupnya sampai ke kuburnya kelak.

Sejelek-jeleknya harta adalah harta yang tidak bisa memberikan kepuasan kepada pemiliknya. Bukan begitu? Lantas kebahagiaan itu terletak dimana.Ternyata kebahagiaan itu terletak di nasi goreng. Mungkin kalian bertanya-tanya kenapa nasi goreng, ada apa dengan nasi yang di goreng satu ini. 

Sebelum saya membahas nasi goreng, saya ingin menceritakan sebuah kisah tragis dari sebuah kebahagiaan. Ada yang bilang kebahagiaan itu ada pada ijazah yang kita sandang nantinya.

Seorang dokter berkata: "Ambillah ijazah-ijazah saya dan berikan pada suamiku". Coba maknai dengan seksama ungkapan seorang dokter wanita ini. Terbayangkan di dalam pikiran kalian, seorang doktor di bidang medical dalam pandangan kalian ia pasti manusia paaling bahagia.

Apalagi ia adalah wanita yang mampu menjadi doktor bukan dalam bidang yang sembarangan, tetapi dalam bidang kedokteran. Dalam pandangan sebagian orang bahwa seorang dokter adalah orang yang mempunyai ilmu pengetahuan yang tinggi, tentunya jenis profesi dan ijazahnya sangat bergengsi di indonesia bahkan di dunia.

Sekali lagi ini adalah sebuah pemandangan yang keliru, tapi ini adalah pandangan mayoritas orang. Seseorang yang berhasil meraih gelar doktoral di bidang kedokteran pasti hidup dalam puncak kebahagiaan.

Coba kalian baca apa yang di tulis oleh dokter ini di antara tulisannya.

"Setiap hari, pada pukul 7, waktu yang tergesa-gesa bagi saya. Air mataku bercucuran. Kenapa? Saya duduk di belakang sopir menuju klinikku, bahkan kuburanku, penjaraku,"  ia mengibaratkan kliniknya yang telah lama ia perjuangkan sebagai kuburan dan penjara.

Kemudian ia lanjutkan tulisannya:

"Saya menemukan ibu-ibu dengan anaknya menungguku. Mereka memperhatikan mantelku, seolah-olah selendang sutra dari persia. Ini pandangan orang. Akan tetapi dalam pandangan saya, ini adalah pakaian berkabungku. Saya masuk ke tempat praktekku, saya gantungkan stetoskopku, seolah-olah seutas tali mencekik leherku. Sementara bayangan gelap menghadang masa depanku,".

Terakhir ia berteriak:

"Ambillah ijazahku, ambillah mantelku, ambillah semua resepku, ambillah semua kebahagiaanku, semua hartaku tetapi perdengarkanlah padaku kata-kata mama,".

Kemudian ia mengungkapkan syair.

Dulu aku berharap di panggil dokter. Panggilan itu telah tercapai, tetapi tetap saya tidak bahagia. Maka katakanlah kepada semua yang menjadikanku contoh. Diantara orang-orang pada hari ini yang menangisi kondisinya. Semua perempuan bercita-cita di karunai anak dalam pelukannya. Mungkinkah dia membelinya dengan hartanya. Tertanda Dokter S.A.G Riyadh.

Apa yang terjadi, ternyata seorang yang mempunyai banyak harta dan jabatan pun tidak merasakan yang namanya sebuah kebahagiaan. Itu karena ia tidak bersyukur atas nikmat dan karunia yang di berikan tuhan untukknya. Manusia memang seperti itu.

Sama halnya dengan nasi goreng, ternyata kebahagiaan itu bukan terletak pada nasinya. Melainkan rasa syukur, saya masih bisa menyantap  nasi goreng bersama kawan-kawanku di organisasi. Meskipun sederhana ala kaki lima, namun rasanya bisa mengalahkan nasi goreng buatan restoran.

Kenikmatannya muncul ketika kita bisa bersyukur atas apa yang di berikan oleh tuhan hari ini, sehingga kebahagiaan itu dapat kita rasakan di dalam hati dan terpatri dalam sanubari. Walaupun lauk nasi gorengnya cuman suiran ayam kecil-kecil dan 2 potongan timun. Bahagia rasanya jika kita senantiasa bersyukur setiap harinya.

Jadi inti sebuah kebahagiaan adalah bersyukur. Jangan lupa bersyukur hari ini, walaupun itu cuman nasi goreng traktiran teman.

Be social.

Like, coment and share!
Read More

Thursday, November 30, 2017

Berpetualang di Negeri Kupu-kupu

Sebenarnya kami ada sebelas orang tapi ia tak tampak di depan kamera. Sebab ia adalah orang yang ada di  balik layar. foto ini tak akan tercipta kalo ia tak ada.
"Kupu-kupu ialah sebuah simbol dari kesempurnaan kehidupan seorang anak manusia. Lihatlah semua corak warnanya, sayapnya yang indah simetris dan seimbang. Hanya sedikit manusia yang tahu bahwa sebagai seorang manusia, ternyata kita memiliki siklus yang persis sama dengan kupu-kupu. Mulai awal Kelahiran, pertumbuhan yang telah di kuasai nafsu, kesombongan dan keegoisan. Ada juga kematian yang sementara, kemudian kebangkitan yang menakjubkan. Dari sekian banyak manusia, tak ada yang mencapai titik sebuah kesempurnaan. Kecuali orang-orang yang pernah berpetualang di negeri kupu-kupu".

Waktu itu hari masih terlalu pagi, suara burung berkicau mewarnai pagiku kala itu. Dengan secangkir teh panas dan kue buroncong kesukaanku lah yang menemani pagi cerahku di depan rumahku sambil menikmati kicauan burung yang merdu menghiasi pagi hariku.

Tapi, pagi itu semuanya agak terganggu karena aku tiba-tiba ingat ada jadwal penting yang akan ku hadiri. Rupanya jadwal itu ialah quality time bersama teman-temanku di organisasi. Hampir saja aku melupakan saat-saat itu.

Singkat cerita kami berkumpul di tempat yang sudah di janjikan. Sekitar 30 kilo meter dari rumahku, lumayan jauh, tapi karena saya sudah berjanji sejauh  apapun tempat itu akan ku jalani. Namanya  juga janji, yah harus di tepati. Kami memang sudah merencanakannya jauh-jauh hari sebelumnya. Kami akan pergi berlibur di salah satu objek wisata di Kabupaten Maros tepatnya di Bantimurung. Sengaja tempat itu kami pilih, karena katanya di sanalah penangkaran dan habitat kupu-kupu berasal.

Setelah semua teman  saya berkumpul, maka kami langsung memulai perjalanan ke negeri yang katanya negerinya kupu-kupu. Walaupun perjalanan yang kami tempuh waktu itu kurang lebih 2 jam akibat kemacetan yang sangat panjang. Tapi semua itu terbayar ketika kami semua sampai di tempat tersebut.

Suara percikan air dari sungai dan air terjun seakan membayar semua rasa lelah kami sepanjang perjalanan. Tak tunggu lama kami semua langsung menceburkan diri ke dalam sungai. Serasa hari itu semua aktivitas dan tugas perkuliahan tak sedikitpun kami ingat, karena semua tercampur dengan rasa ingin berenang di air sungai tersebut.

Tak lengkap rasanya jika pergi liburan tanpa berselfie ria. Semua tempat tak luput dari sasaran selfie teman-temanku. Meskipun sudah 6 bulan berlalu sejak hari itu, tapi banyak sekali pengalaman dan hikmah yang bisa saya dapatkan. Mulai dari kesabaran, loyalitas, kebersamaan dan ada kepuasan tersendiri di dalam hati melebihi apapun jika mengingat hari-hari itu.

Dari sekian banyak hal yang menarik pada liburan waktu itu. Ada satu binatang yang mengajarkan saya tentang sesuatu yang sangat berharga. ia adalah kupu-kupu. Mungkin banyak pembaca yang bertanya dalam hati, mengapa harus kupu-kupu? Saya jelaskan sedikit tentang kupu-kupu.

Seekor kupu-kupu sangatlah indah, terlihat elok saat di pandang dan memukau banyak  pandangan mata yang melihatnya. Padahal sebelum ia memukau mata yang melihatnya, ia hanyala seekor ulat yang terlihat buruk bahkan kita cenderung jijik dan menjauhinya. Tapi setelah mengalami perubahan menjadi kupu-kupu yang terbang indah di sekeliling kita, siapa yang tidak suka melihatnya. Bahkan sebagian  dari kita mendekatinya.

Tapi sebelum ia menjadi sangat indah di pandang, ia telah melewati beberapa tahap demi tahap kehidupannya. Dulu ia hanya seekor ulat yang merayap di batang pohon dan dedaunan dan kalo ia tak beruntung ia akan berakhir di dalam perut burung dan serangga pemangsanya.

Setelah matang menjalani kehidupan sebagai ulat, ia mulai mencari tempat yang aman untuk siap menjadi kepompong dan menggantung di atas dahan pohon. Ia tak peduli pada panas yang menyengat, badai, angin dan hujan nan lebat yang sewaktu-waktu akan membunuhnya. Ia tetap kokoh, tenang di dalam kepompongnya untuk berubah menjadi sesuatu yang indah nantinya.

Setelah itu ia lewati akhirnya keluarlah kupu-kupu dengan sayapnya nan indah yang siap terbang mencari sekuntum bunga-bunga untuk di hisap sarinya dan siap menjadi penerus untuk anak-anaknya kelak.

Itu adalah metarfosa dari kupu-kupu, dari telur ia mulai menetas menjadi ulat, dari ulat kemudian dia berproses dan menempa diri dalam kepompong dan dari kepompong  lahirlah kupu-kupu yang indah mengelokkan mata setiap yang memandangnya.

Tahap demi tahap ia jalani lintas generasi tanpa ada satu pun tahap yang ia lompati. Tak ada seekor kupu-kupu yang langsung menetas dari telur melainkan harus melewati setiap tahapan atau prosesnya.

Apa hikmanya?

Jalani setiap tahap demi tahap dalam menjalani kehidupan tanpa ada kata mengeluh. J.K Rowling penulis buku best seller Harry Potter pun bahkan tidak langsung meraih sebuah kesuksesan, kekayaan dan setenar sekarang. Bukunya dulu pernah di tolak oleh 9 penerbit.

Banyak kesusahan yang ia alamidulunya, namun ia pantang menyerah akan keadaan. Kalaupun dulu J.K Rowling menyerah dalam menerbitkan bukunya, mungkin kita tidak pernah tahu, siapa itu Harry Potter. Berkat ketekunan kerja keras dan usaha dari J.K Rowling akhirnya namanya di kenal di belahan dunia manapun.

Kalau seekor kupu-kupu dan J.K Rowling bisa melewati pahitnya dan kerasnya kehidupan. Kitapun harus bisa, karena semua berawal dari niat, ketekunan dan usaha,

Be social.

Like, coment and share.

Read More

Sunday, November 26, 2017

Anggap Pasienmu Sebagaimana Orang Yang Paling Kamu Sayangi

Saya sedang merawat gigi seorang pasien  dengan penuh keikhlasan

"Bisa melihat senyuman pasien yang terpancar dari wajahnya yang lelah akibat menahan rasa sakit usai di rawat,  membuat saya sangat bahagia. Karena kepuasan pasien terhadap pelayanan tenaga medis di instansi kesehatan  gigi adalah prioritas utama bagi saya".

Dalam merawat gigi dan mulut pasien, anggap pasien itu layaknya orang yang paling kamu sayang di dunia. Sehingga dalam merawat gigi dan mulut pasien akan muncul rasa cinta, empati, kehati-hatian selama kamu bekerja dan resiko terjadinya kecelakaan dapat terminimalisir. Karena yang kalian hadapi adalah manusia bukan motor.

Prinsip inilah yang selama ini saya pegang dan senantiasa selalu saya tanamkan di dalam hati. Sudah 2 minggu lebih saya melakukan paraktikum pada mata kuliah preventif dentistry dan konservasi gigi di klinik gigi kampus tempat saya menimba ilmu. Terhitung sudah sebanyak 6 pasien yang saya rawat giginya, mulai dari scalling hingga penambalan gigi.

Rata-rata dari pasien yang saya rawat giginya adalah orang-orang yang tidak terlalu akrab dengan saya. Bahkan tidak mempunyai hubungan darah dan keluarga. Awalnya sih saya sedikit grogi dalam melakukan tindakan medis pada pasien saya. Tapi, seiring berjalannya waktu rasa grogi itu larut dengan proses selama paraktikum berlangsung.

Pasien pertama saya adalah seorang wanita yang di kenalkan oleh teman saya yang juga wanita. Namanya sengaja tidak saya sebut, untuk menjaga privasi dari pasien karena saya punya kode etik yang tak boleh di langgar. Ia datang ke klinik gigi kampus dengan keluhan mempunyai banyak karang gigi di giginya.

Pada awalnya ia agak malu di rawat sama saya, karena saya adalah seorang laki-laki dan tidak mengenal saya. Tapi lama-kelamaan setelah saya melakukan pendekatan persuasif dan menjelaskan semua prosedur yang akan di lakukan selama proses pembersihan karang gigi, akhirnya ia mau juga di bersihkan karang giginya oleh saya.

Pertama-tama saya menyuruhnya untuk duduk di dental chair, tindakan saya selanjutnya ialah anamnese (tanya jawab seputar keluhan giginya). Setelah itu saya mulai melakukan pemeriksaan obyektitif dan mengisi seluruh format yang ada di rekam medis milik pasien saya. Lalu saya mulai menentukan diagnosa pada kesehatan gigi pasien saya. Karena jika salah diagnosa maka tindakan yang akan kita ambil juga akan salah. Maka dari itu butuh ketelitian extra dalam mendiagnosa pasien.

Setelah semua prosedur di format rekam medis selesai saya isi dan telah menentukan diagnosa, mulailah saya menbersihkan karang gigi pasien. Sebelum melakukan tindakan pertama-tama saya menganggap pasien saya adalah orang yang paling saya sayang di dunia. Ia adalah wanita yang melebihi jasa seorang guru atau pahlawan.

Yah pasti kalian semua tahu siapa yang di maksud. Ia adalah bunda saya (panggilan sayang saya kepada ibu yang telah melahirkan dan merawat saya sejak kecil). Mulanya saya membayangkan pasien tersebut adalah bunda saya, sekitar kurang lebih 3 menit saya terdiam membayangkan bunda saya terbaring di dental chair.

Akhirnya berhasil, entah kenapa pasien saya mirip bunda saya seketika, serasa ada ikatan batin antara kami. Saya mulai membersihkan karang giginya dengan sangat teliti dan hati-hati menggunakan alat ultrasonic scaller. Satu per satu giginya mulai saya bersihkan, meskipun sesekali gusinya berdarah akibat karang gigi yang sudah terlalu keras menempel di gusi dan giginya. Satu jam berlalu, akhirnya proses pembersihan karang gigi telah selesai saya kerjakan. Pasien saya langsung memegang pundak saya dan berkata "terima kasih".

Rupanya ia sangat senang giginya bisa bersih dan nafas nya bisa menjadi segar. Hati saya terasa lega, meskipun dalam proses pembersihannya agak lama. Tapi, tiap tetes keringat yang membasahi tubuh saya terbayar dengan rasa puas dari pasien.

Usaha tidak akan pernah menghianati proses, yah slogan itu mungkin yang menggambarkan suasana hatiku pada hari itu. Ia sempat meraih tangan saya dan memberi saya uang, tapi saya tolak. Saya tidak mau menerima pemberiannya karena saya sadar bahwa tugas ini lebih mulia daripada uang. Biar tuhan yang membalas semua jasa saya, karena pada awal saya memilih jurusan ini orientasi saya bukan karena uang. Melainkan keikhlasan hati yang muncul dari dalam dada saya, mungkin itu yang dinamakan nurani.

Saya juga merasa sedih jika profesi ini di jadikan sebagai sebuah lahan bisnis suatu hari nanti. Masyarakat indonesia tidaklah semua berpenghasilan sama, bagaimana nantinya jika masyarakat yang kurang mampu mempunyai masalah dengan giginya dan ingin merawat giginya, pasti mereka akan berfikir 2 kali. Untuk biaya sehari-hari saja sudah susah, apalagi kalau mau ke rumah sakit. Jika sudah demikian apa yang akan terjadi? Yang miskin akan tetap sakit dan yang kaya akan sehat. Orang miskin di larang sakit. Mungkin slogan itulah yang dapat menjabarkan orang miskin yang sedang sakit.

Saya juga punya cita-cita suatu hari nanti, dimana semua masyarakat indonesia dapat menikmati pelayanan di bidang kesehatan gigi itu secara gratis khusus bagi masyarakat yang kurang mampu secara finansial. Semoga hari itu bisa terwujudkan, karena sekali lagi saya hanya ingin melihat wajah-wajah bahagia pasien yang puas terhadap pelayanan kesehatan gigi dan mulut.

Be social.

Like, coment and share!
Read More

Tuesday, November 21, 2017

Mereka Adalah Sosok Jelmaan Bidadari dan Pejuang Jaman Now

Engkau adalah wanita dengan paras ayu yang berselendang pelangi di bawah hamparan gunung-gunung yang indah. Sampai jaka tarub pun takut mencuri selendangmu.

"Mereka telah membuktikan bahwa untuk menjadi sosok wanita yang tampil menarik di khalayak ramai adalah bukan karena seberapa lihai seorang wanita dalam berdandan. Tapi, yang paling utama menurut mereka ialah, bisa menjadi sosok wanita yang cerdas dan peka terhadap realitas yang terjadi di tengah masyarakat dan mampu menawarkan sebuah solusi, bukan hanya sekedar janji".

Siapa mereka? Mereka akrab saya sapa Yoland dan inci. Sosok wanita yang sangat dibutuhkan di zaman now katanya (Sebutan yang kekinian), dimana di zaman ini internet sedang berada pada puncaknya.

Berbicara tentang Zaman sekarang, kebanyakan orang di luar sana cenderung pusing, stress, galau apabila memikirkan kouta data internetnya yang habis. Mereka juga cenderung lebih aktif berinteraksi di dunia maya ketimbang dengan dunia nyata.

Contohnya saja pada saat kita berdiskusi di media sosial facebook membahas isu yang lagi trend belakangan ini di indonesia. Ratusan dan bahkan jutaan pengguna media sosial beradu argumen antar sesama penggunaa FB. Saling menghujat, menghina dan menjatuhkan satu sama lain. Ada juga yang saling mencaci maki di media sosial tanpa ada ujung solusinya.

Tapi, realita yang di dapat di lapangan sungguh jauh dari ekspetasi. Ketika para penghujat, pencaci maki itu di pertemukan di dunia nyata, nyatanya nyali mereka tidak sebesar sewaktu di dunia maya. Nyali mereka menciut 360 derajat dan ironisnya tak dapat berbicara banyak tentang isu yang sedang di bahas. Ujung-ujungnya bagaimana, yah pasti kalian tahu, mereka cuman bisa minta maaf dan terdiam layaknya patung, berbeda dengan komentarnya yang bisa dibilang paling banyak serta kontroversial di media sosial.

Tapi dengan semua kemudahan dan kemewahan yang kita peroleh dari internet, masih ada segelintir orang yang tidak tergoda dengan hal tersebut. Ia adalah junior saya Ince dan yoland. Sekitar 4 hari yang lalu saya menugaskan mereka sebagai seorang reporter untuk meliput di salah satu kegiatan organisasi, yaitu menanam 2000 bibit pohon.

Mereka rela terjun di  tengah masyarakat desa yang bisa di katakan terpencil dan tidak ada sama sekali jaringan internet di sana. Selama 3 hari 2 malam mereka tidak bisa merasakan manisnya internet. Saya juga sempat khawatir karena tidak bisa sama sekali berkomunikasi dengan mereka berdua. Saya takut terjadi hal yang tidak di inginkan kepada 2 orang gadis yang cantik nan jelita.

Mereka juga adalah perempuan yang unik menurutku. Meskipun terkadang saya agak keras terhadap mereka berdua dan membuat mereka sedih.

Tapi, seiring proses berjalannya waktu, saya mulai paham tentang satu hal. Bahwa yang dinginkan wanita itu sederhana, mereka hanya perlu perhatian dan kasih sayang. Itu saja, sederhana namun butuh kesabaran dan perjuangan untuk memberikan semua itu.

Mungkin mereka marah pada saat ini, karena kata-kata saya yang mengatakan saya sudah bosan melihat mereka, walaupun saya bercanda mengungkapkannya.

Tapi, lewat tulisan ini saya ingin meminta maaf kepada kalian berdua, kalo saya pernah salah. Saya cuman bisa berkata "Kalian luar biasa, meskipun dengan waktu akademis kalian yang begitu padat.

Namun waktu telah membuktikan bahwa  kalian mampu mengesampingkan hal tersebut untuk turun berinteraksi di tengah masyarakat. Kalian telah melakukan tugas reportase yang sangat luar biasa menurut saya. Melaporkan setiap detik peristiwa yang terjadi selama 3 hari yang begitu indah.

Semoga dengan adanya kalian akan muncul perempuan-perempuan hebat yang lain yang bisa saling berbagi dan menginspirasi antar sesama. Kalian telah membuktikan bahwa kalian tidak hanya bersuara di media sosial, namun bisa melakukan aksi dengan langsung terjun di lapangan.

Karena kalian adalah wanita jelmaan bidadari yang telah berhasil berjuang melembutkan hati laki-laki yang kasar, bukan melemahkan yang kuat. Kalian juga sangat bersahaja, ceria sekaligus pendengar yang baik dan lawan berdiskusi yang menyenangkan. Semangat mewartakan telah terpancar didalam raga dan hatimu.

Salam jurnalistik dan sejahtera untuk kita semua.

Be social.

Like, coment and share!

Read More

Saturday, November 18, 2017

Eksis Jadi Jurnalis di Workshop Redaksi Trans 7

Waktu akan terus berlalu, tapi kenangannya tidak akan begitu saja muda untuk di lupakan, karena kenangannya akan senantiasa tinggal di dalam hati dan terpatri dalam sanubari.

"Selama 2 hari saya mengikuti workshop redaksi yang di gelar oleh Trans 7. Banyak sekali  pengalaman berharga yang bisa saya peroleh untuk di implementasikan nantinya di perjalanan hidup saya kedepannya,"


2 hari telah berlalu, masa-masa yang singkat namun terlalu sulit untuk dilupakan begitu saja olehku. Banyak pengalaman yang sangat berharga yang bisa saya ambil dari kegiatan workshop ini. Mulai dari mengenal teman baru, para presenter berita yang cantik dan ganteng, sampai dengan materi jurnalistik yang terkini. Dalam kegiatan tersebut saya belajar banyak hal, rasanya meja redaksi trans 7 pindah selama 2 hari di Aula Prof.Matulladda tempat berlangsungnya acara.

Dalam kegiatan ini di isi oleh para pembicara yang bisa di katakan sangat luar biasa. Gubernur Sulawesi-Selatan, Syahrul Yasin Limpo  turut menjadi pembicara utama dalam kegiatan tersebut. Dalam pidatonya beliau sungguh berapi-api dalam memotivasi para peserta workshop redaksi.

Turut hadir juga stand up comedian yang cukup terkenal di indonesia, Zakaria namanya. Ia tampil cukup menghibur para peserta workshop. Sesekali saya tersenyum dan ketawa jika mengingat kembali penampilannya.

Di workshop redaksi yang di gelar trans 7, pelayanannya bisa di bilang sangat memuaskan. Banyak sekali ilmu yang di ajarkan untuk menjadi seorang
jurnalis profesional kekinian.

Hari pertama saya menerima materi-materi jurnalistik di antaranya, teknik penulisan berita tv, dubbing, pengambilan gambar berita, PTC dan teknik editing. Materinya menurut saya sangat bermanfaat dan yang mempersentasikan materinya sangat hebat-hebat dan tidak membuat saya merasa ngantuk.

Dari semua materi yang di sampaikan saya lebih tertarik ke materi penulisan naskah berita tv, Karena saya belum pernah menulis naskah berita untuk televisi. Dalam prakteknya awalnya saya sangat kebingungan dalam menulis naskah berita untuk tv, karena selama ini saya hanya terbiasa menulis berita untuk media cetak dan online. Namun, seiring berjalannya waktu saya mulai paham untuk menulis naskah berita di TV.

Mentor yang mengajarkan saya menulis naskah berita TV juga sangat sabar dalam menghadapi saya. Namanya kak Roland Lagonda yang juga seorang reporter dan news anchor di trans 7. Ia biasa tampil di acara Redaksi pagi, siang, sore, malam dan Selamat pagi akhir pekan.

Sebelum turun langsung meliput di lapangan kami di bagi per kelompok, nama saya ada di kelompok 11. Kelompok 11 di dalamnya terdiri dari pria dan wanita yang hebat-hebat. Sungguh sebuah keajaiban, lagi-lagi mentor kami adalah kak Roland Lagonda. Sebelum turun meliput di lapangan, kami melakukan breafing dan membagi tugas masing-masing. Ada yang menjadi produser, kordinator liputan, dubber, editing dan reporter. Saya mendapat tugas sebagai reporter. Kami mendapat tugas meliput dengan tema coklat.

Keesokan harinya kami mulai berangkat dari Aula Prof.Matuladda menuju tempat lokasi liputan. Sesampainya di lokasi liputan, kami langsung bergegas menyiapkan peralatan untuk meliput mulai awal pembuatan coklat sampai dengan proses pemasarannya.

Coklatnya cukup enak, saya di beri kesempatan untuk menikmati coklat yang sudah jadi. Saat saya mencicipi coklat tersebut, rasanya beda dari coklat kebanyakan. Rasanya ibarat saya sedang terbang di atas awan, coklatnya sampai habis 2 batang saking enaknya. Usai meliput coklat, hasil liputan kami serahkan pada bagian editing dan dubber.

Hasil editnya sangat bagus dan menarik, walaupun kami tidak dapat juara. Namun, hasil liputan kami dapat membuat tawa dan seisi aula riuh karena liputan kami menurut dewan juri, lucu tapi berkualitas. Sesi terakhir kelompok kami berfoto dengan mentor kami, serasa tak ingin berpisah dengan para mentor yang sudah dengan senang hati berbagi ilmu yang mereka miliki.

Sungguh 2 hari yang sangat berharga namun juga sangat berkualitas. Walaupun jenis profesi ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan jurusan saya yaitu di bidang kesehatan gigi. Namun saya percaya suatu hari nanti, ilmu dan relasi yang saya miliki bisa berguna di dalam pekerjaan yang saya geluti nantinya.

Salam Jurnalistik.

Be social.

Like, coment and share!
Read More